Bagi para pencari kerja di Indonesia, mempersiapkan diri untuk berkarir di lembaga publik yang mengurus jaminan sosial adalah sebuah pencapaian yang membutuhkan dedikasi tinggi. Salah satu lembaga yang sering menjadi incaran dalam dunia kerja adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan. Namun, baru-baru ini, proses pelatihan bagi para calon pegawai lembaga tersebut menjadi sorotan tajam di dunia maya. Perhatian warganet tertuju pada sebuah video viral yang memperlihatkan sejumlah calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan sedang berjalan menginjak bara api tanpa menggunakan alas kaki sama sekali.
Kehebohan di media sosial ini bermula dari unggahan video yang dibagikan oleh akun Instagram @melaniesubono dan @badanperwakilannetizen. Berdasarkan catatan, Melanie Subono mengunggah video tersebut pada tanggal 31 Juli 2026. Berdasarkan pantauan Tempo yang melihat rekaman tersebut pada hari Ahad, 2 Agustus 2026, terekam jelas suasana pelatihan yang berlokasi di sebuah kawasan hutan di Indonesia. Para peserta yang disebut sebagai calon pegawai tersebut tampil dengan seragam berupa baju hijau lengan panjang, celana hitam, serta memakai topi dan kartu identitas atau ID card.
Dalam rekaman visual tersebut, para calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan tidak sendirian saat berada di hutan. Mereka terlihat didampingi oleh beberapa orang yang mengenakan seragam loreng menyerupai pakaian tentara. Salah satu momen krusial dalam video menunjukkan seorang pria yang berteriak lantang mengucapkan "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya" sambil mengepalkan tangannya saat ia melangkah melewati sebuah parit yang terisi penuh oleh bara api. Ketegangan bertambah ketika seorang pria lain tampak menyiramkan cairan bahan bakar minyak ke atas bara tersebut, sehingga api langsung membumbung tinggi tepat saat siswa pelatihan sedang berjalan melintasinya.
Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Daring Akibat Sebaran Abu Anak Krakatau

Setelah berhasil melewati rintangan bara api yang menyala, peserta pelatihan langsung diarahkan untuk mendinginkan kaki mereka. Tampak kaki siswa tersebut dicelupkan ke dalam sebuah ember berwarna hijau yang berisi air. Sambil melakukan hal itu, peserta tersebut memberikan pernyataan resmi khas pelatihan dengan mengatakan bahwa siswa telah menyelesaikan fire walk dan laporan selesai. Rangkaian kejadian visual ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai standar pelatihan kerja di lembaga pengelola dana jaminan sosial tersebut.
Menanggapi ramainya perbincangan warganet, pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan berjalan di atas api tersebut pada dasarnya merupakan salah satu sesi dalam Program Orientasi Persiapan Kerja atau yang disingkat dengan OPK. Program OPK ini dirancang khusus sebagai fondasi awal bagi para calon karyawan. Tujuannya adalah agar mereka memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang mumpuni sebelum terjun langsung melayani masyarakat.
Momen Harpelnas 2026, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Layani Langsung Peserta

Erfan Kurniawan lebih lanjut memaparkan bahwa OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang diterapkan baik di dalam maupun di luar kelas. Pelatihan berjalan di atas api yang viral tersebut merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning yang digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan program orientasi. Melalui metode ini, para calon pegawai diharapkan dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman fisik dan mental yang mereka jalani selama masa pelatihan di hutan tersebut.
Meski terlihat ekstrem bagi sebagian orang, pihak BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa aktivitas berjalan di atas api tersebut bukanlah substansi utama dari program pelatihan. Kegiatan itu juga tidak diwajibkan sebagai syarat mutlak dalam keseluruhan rangkaian OPK. Aktivitas ini hanya dimaksudkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran untuk membantu membangun kepercayaan diri, melatih pengendalian diri, menumbuhkan disiplin, dan memperkuat ketangguhan mental peserta. Sebagai penutup, BPJS Ketenagakerjaan memastikan bahwa program OPK selalu didampingi oleh instruktur yang kompeten serta sangat mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan seluruh calon pegawainya.






