tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPopuler
Beranda/Karir & Ketenagakerjaan

Mengupas Program Orientasi Kerja BPJS Ketenagakerjaan dan Fakta Pelatihan Berjalan di Atas Api

Lidya RumbayanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 10.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengupas Program Orientasi Kerja BPJS Ketenagakerjaan dan Fakta Pelatihan Berjalan di Atas Api
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Bagi para pencari kerja di Indonesia, mempersiapkan diri untuk berkarir di lembaga publik yang mengurus jaminan sosial adalah sebuah pencapaian yang membutuhkan dedikasi tinggi. Salah satu lembaga yang sering menjadi incaran dalam dunia kerja adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan. Namun, baru-baru ini, proses pelatihan bagi para calon pegawai lembaga tersebut menjadi sorotan tajam di dunia maya. Perhatian warganet tertuju pada sebuah video viral yang memperlihatkan sejumlah calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan sedang berjalan menginjak bara api tanpa menggunakan alas kaki sama sekali.

Kehebohan di media sosial ini bermula dari unggahan video yang dibagikan oleh akun Instagram @melaniesubono dan @badanperwakilannetizen. Berdasarkan catatan, Melanie Subono mengunggah video tersebut pada tanggal 31 Juli 2026. Berdasarkan pantauan Tempo yang melihat rekaman tersebut pada hari Ahad, 2 Agustus 2026, terekam jelas suasana pelatihan yang berlokasi di sebuah kawasan hutan di Indonesia. Para peserta yang disebut sebagai calon pegawai tersebut tampil dengan seragam berupa baju hijau lengan panjang, celana hitam, serta memakai topi dan kartu identitas atau ID card.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & Transportasi

Halaman

Dalam rekaman visual tersebut, para calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan tidak sendirian saat berada di hutan. Mereka terlihat didampingi oleh beberapa orang yang mengenakan seragam loreng menyerupai pakaian tentara. Salah satu momen krusial dalam video menunjukkan seorang pria yang berteriak lantang mengucapkan "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya" sambil mengepalkan tangannya saat ia melangkah melewati sebuah parit yang terisi penuh oleh bara api. Ketegangan bertambah ketika seorang pria lain tampak menyiramkan cairan bahan bakar minyak ke atas bara tersebut, sehingga api langsung membumbung tinggi tepat saat siswa pelatihan sedang berjalan melintasinya.

Baca Juga

Tindakan Tegas BGN dan Penerapan Sistem Digital Pascakeracunan MBG di Semarang

Tindakan Tegas BGN dan Penerapan Sistem Digital Pascakeracunan MBG di Semarang

Setelah berhasil melewati rintangan bara api yang menyala, peserta pelatihan langsung diarahkan untuk mendinginkan kaki mereka. Tampak kaki siswa tersebut dicelupkan ke dalam sebuah ember berwarna hijau yang berisi air. Sambil melakukan hal itu, peserta tersebut memberikan pernyataan resmi khas pelatihan dengan mengatakan bahwa siswa telah menyelesaikan fire walk dan laporan selesai. Rangkaian kejadian visual ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai standar pelatihan kerja di lembaga pengelola dana jaminan sosial tersebut.

Menanggapi ramainya perbincangan warganet, pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan berjalan di atas api tersebut pada dasarnya merupakan salah satu sesi dalam Program Orientasi Persiapan Kerja atau yang disingkat dengan OPK. Program OPK ini dirancang khusus sebagai fondasi awal bagi para calon karyawan. Tujuannya adalah agar mereka memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang mumpuni sebelum terjun langsung melayani masyarakat.

Baca Juga

Spesifikasi dan Fitur Air Purifier DAIKIN MC555AVMA untuk Kualitas Udara Ruangan

Spesifikasi dan Fitur Air Purifier DAIKIN MC555AVMA untuk Kualitas Udara Ruangan

Erfan Kurniawan lebih lanjut memaparkan bahwa OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang diterapkan baik di dalam maupun di luar kelas. Pelatihan berjalan di atas api yang viral tersebut merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning yang digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan program orientasi. Melalui metode ini, para calon pegawai diharapkan dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman fisik dan mental yang mereka jalani selama masa pelatihan di hutan tersebut.

Meski terlihat ekstrem bagi sebagian orang, pihak BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa aktivitas berjalan di atas api tersebut bukanlah substansi utama dari program pelatihan. Kegiatan itu juga tidak diwajibkan sebagai syarat mutlak dalam keseluruhan rangkaian OPK. Aktivitas ini hanya dimaksudkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran untuk membantu membangun kepercayaan diri, melatih pengendalian diri, menumbuhkan disiplin, dan memperkuat ketangguhan mental peserta. Sebagai penutup, BPJS Ketenagakerjaan memastikan bahwa program OPK selalu didampingi oleh instruktur yang kompeten serta sangat mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan seluruh calon pegawainya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPJS KetenagakerjaanOrientasi KerjaPelatihan PegawaiKarir IndonesiaOPK

Berita Terbaru Lainnya

Cara Mengelola Portofolio Investasi Saat Bursa Asia Melemah Akibat Sentimen GeopolitikPanduan Kinerja Keuangan dan Strategi Ekspansi PT VKTR Teknologi Mobilitas TbkDuduk Perkara Kasus Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang Vicky PrasetyoCara Menghadapi Kedaruratan di Laut bagi Sopir Ekspedisi LogistikRealisasi Kepemilikan Rumah Pertama Melalui Fasilitas KPR Subsidi BNIDinamika Ekonomi Pertahanan dan Ekspor Militer India ke IsraelDampak Kebakaran Hutan dan Penurunan Kapasitas Energi Terhadap Infrastruktur EropaCara Mengatur Ulang Anggaran Transportasi Bisnis Digital Pasca Penurunan Harga BBM

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap