Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa dirinya didorong oleh Presiden Prabowo Subianto untuk maju dalam bursa pemilihan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah ini diambil menyusul pandangan Presiden terkait representasi Indonesia di kancah kepemimpinan global.
Menurut Menkes Budi, Presiden Prabowo menilai bahwa sebagai negara besar, Indonesia sejauh ini belum pernah menempatkan wakilnya untuk memimpin organisasi internasional terkemuka setingkat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dorongan tersebut dipandang sebagai bagian dari amanah kenegaraan yang harus dijalankan secara maksimal.
"Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya," tutur Budi di kompleks parlemen, Kamis (27/8).
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Selain arahan dari kepala negara, Budi mengungkapkan bahwa sejumlah negara di dunia menginginkan adanya reformasi institusional pada tubuh badan kesehatan dunia tersebut. Posisi Indonesia dinilai strategis dalam membawa agenda pembaruan sehingga didorong untuk ikut berkontestasi.
Berdasarkan data yang dirilis laman resmi WHO pada Selasa (25/8), Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu nama yang masuk bursa nominasi dan akan bersaing dengan tiga kandidat prospektif lainnya dari berbagai negara. Para pesaing tersebut meliputi Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diajukan oleh Qatar, Hanan Balkhy usulan dari Arab Saudi, serta Hans Henri P Kluge yang dinominasikan oleh Belgia.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Proses penentuan kursi pucuk pimpinan WHO tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei mendatang, dengan melibatkan mekanisme pemilihan oleh 194 negara anggota. Menanggapi peluang dan proses kontestasi yang masih berjalan, Menkes menegaskan kesiapannya untuk melepaskan jabatan kabinet saat ini apabila terpilih nanti.
"Ya, kalau terpilih, kan belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei," ujarnya, menegaskan komitmennya untuk mundur dari posisi Menteri Kesehatan jika nantinya resmi dipercaya memimpin organisasi kesehatan global tersebut.






