tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Riset & Data

Metodologi dan Hasil Survei Elektabilitas Tokoh Nasional SMRC Juli 2026

Fitri LimbongDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.55 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Metodologi dan Hasil Survei Elektabilitas Tokoh Nasional SMRC Juli 2026
Foto/Ilustrasi: Tempo
A-A+

Dalam pengambilan keputusan berbasis data, hasil jajak pendapat atau survei opini publik menjadi salah satu instrumen pengukur metrik sosial yang krusial. Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) secara resmi merilis hasil survei elektabilitas terbaru yang mengukur tingkat keterpilihan sejumlah tokoh nasional. Data ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai preferensi warga negara Indonesia terhadap figur-figur yang berpotensi maju sebagai calon presiden. Melalui pendekatan statistik, laporan ini menyajikan peta dukungan publik yang dapat menjadi rujukan bagi para analis data serta masyarakat luas dalam memahami dinamika sosial terkini.

Untuk memahami validitas dan tingkat akurasi dari angka-angka yang dipublikasikan, penting untuk membedah metodologi riset yang diterapkan oleh lembaga penyelenggara. SMRC melaksanakan pengumpulan data lapangan selama periode 5 hingga 19 Juli 2026. Populasi yang ditetapkan sebagai target survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih yang sah. Dari total populasi tersebut, lembaga riset ini menarik sampel sebanyak 749 responden yang dipilih secara acak. Penggunaan metode acak ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap individu dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih, sehingga hasil yang didapatkan dapat merepresentasikan profil populasi secara keseluruhan.

Dalam proses eksekusi pengumpulan data, SMRC menerapkan pendekatan metode wawancara ganda yang disesuaikan dengan tingkat kepemilikan alat komunikasi. Tercatat, sebanyak 83,8 persen dari total responden yang memiliki akses telepon menjalani proses wawancara melalui sambungan telepon. Sementara itu, untuk menjangkau kelompok masyarakat yang tidak memiliki telepon, sebanyak 16,2 persen responden diwawancarai secara langsung melalui metode tatap muka. Melalui teknik penarikan sampel dan wawancara tersebut, survei ini menetapkan margin of error atau batas kesalahan pada kisaran lebih kurang 3,7 persen, dengan tingkat kepercayaan statistik mencapai 95 persen.

Baca Juga

Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Pada saat pelaksanaan wawancara, tim peneliti SMRC menyodorkan sebuah daftar yang berisi 20 nama bakal calon presiden kepada para responden yang berpartisipasi. Dari daftar panjang tersebut, hasil tabulasi data menunjukkan adanya 11 tokoh yang berhasil mencatatkan tingkat elektabilitas paling menonjol. Berdasarkan rekapitulasi data, posisi puncak ditempati oleh Dedi Mulyadi, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, dengan perolehan tingkat keterpilihan sebesar 35 persen. Di urutan kedua, menyusul Prabowo Subianto yang merupakan tokoh dari Partai Gerindra, dengan persentase dukungan dari responden sebesar 14,5 persen.

Melengkapi daftar sebelas besar tokoh dengan elektabilitas tertinggi, sembilan nama lainnya turut mencatatkan persentase dukungan yang bervariasi. Anies Baswedan menempati peringkat ketiga dengan tingkat keterpilihan sebesar 8,2 persen, yang kemudian diikuti oleh Gibran Rakabuming Raka di posisi keempat dengan perolehan 7,7 persen. Di peringkat kelima, terdapat nama Agus Harimurti Yudhoyono yang mengumpulkan dukungan sebesar 4,9 persen. Selanjutnya, Ganjar Pranowo berada di urutan keenam dengan 4,2 persen, disusul oleh Mahfud MD di posisi ketujuh dengan 4,0 persen. Pada urutan delapan hingga sebelas, secara berturut-turut diisi oleh Puan Maharani dengan 1,3 persen, Sherly Tjoanda Laos dengan 1,2 persen, Purbaya Yudhi Sadewa dengan 1,1 persen, dan Surya Paloh yang menutup daftar ini dengan raihan 1,0 persen.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain sebelas tokoh utama tersebut, instrumen survei juga merekam preferensi responden terhadap nama-nama lain di luar daftar elit. Tokoh-tokoh lainnya masing-masing mendapatkan dukungan di bawah 1 persen, yang apabila diakumulasikan secara keseluruhan mencapai total 4,0 persen. Di samping itu, terdapat pula kelompok responden yang menyatakan tidak tahu atau memilih untuk tidak memberikan jawaban, dengan persentase sebesar 12,8 persen. Sebagai tolok ukur keandalan metodologi riset, SMRC memiliki rekam jejak pada periode sebelum pencoblosan tanggal 14 Februari 2024. Sigi yang dilakukan dua pekan sebelum Pemilu 2024 tersebut memprediksi pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan elektabilitas 57,3 persen. Prediksi statistik ini terbukti selaras dengan hasil akhir rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum, di mana pasangan tersebut pada akhirnya meraih 58,6 persen suara sah.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoDedi MulyadiSMRCSurvei ElektabilitasAnalisis Data

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap