Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di SMA Negeri 1 Rote Selatan. Pemilihan lokasi ini memiliki nilai strategis karena Kabupaten Rote Ndao merupakan wilayah yang berada di bagian paling selatan NTT serta berbatasan langsung dengan perairan Indonesia-Australia. Edukasi di daerah perbatasan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan akses literasi keuangan bagi pelajar di wilayah terluar.
Plt. Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyatakan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan transportasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK dibentuk dengan tiga fungsi pokok, yaitu mengatur, mengawasi, serta melindungi konsumen di sektor jasa keuangan. Pelaksanaan edukasi langsung ke Rote Ndao merupakan perwujudan komitmen OJK dalam menjalankan fungsi perlindungan konsumen secara menyeluruh hingga ke pelosok daerah.
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Dalam kegiatan edukasi tersebut, para pelajar dibekali pemahaman agar waspada terhadap berbagai penawaran finansial yang dapat merugikan masa depan mereka. OJK secara khusus mengingatkan siswa agar tidak mudah tergoda oleh jeratan judi online, pinjaman online ilegal, serta tawaran investasi ilegal. Di samping itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut hadir memberikan pemahaman mengenai keamanan simpanan di perbankan. Sub Manager Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Shabrina Kirgizia Hanum, menekankan bahwa perluasan akses terhadap produk keuangan harus senantiasa diiringi dengan literasi dan pemahaman yang memadai dari masyarakat.
Kegiatan literasi di Rote Ndao ini merupakan bagian terintegrasi dari Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang didorong dalam momentum Hari Indonesia Menabung 2026. Melalui kolaborasi di wilayah Nusa Tenggara Timur, sebanyak 220.194 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berhasil dibuka secara serentak di 22 kabupaten dan kota se-NTT. Capaian massal tersebut resmi tercatat sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pembukaan rekening SimPel secara serentak terbanyak.
Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa perolehan rekor MURI tersebut bukanlah tujuan akhir dari program literasi dan inklusi ini. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan agar seluruh rekening yang telah dibuka tetap aktif digunakan dan para pelajar terus membiasakan diri untuk menabung secara rutin. Dengan pemahaman keuangan yang baik dan kepemilikan rekening aktif, generasi muda di NTT diharapkan mampu mengelola keuangan dengan bijak sejak dini.






