tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Layanan Publik

Panduan Keselamatan Aktivitas di Wilayah Rawan Erupsi Gunung Semeru

Wahyu SuryaniDiterbitkan 4 Agu 2026 - 03.31 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Keselamatan Aktivitas di Wilayah Rawan Erupsi Gunung Semeru
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, aktivitas Gunung Semeru selalu menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang berada atau beraktivitas di sekitarnya. Pada Senin (3/8) pagi, gunung ini dilaporkan mengalami lima kali erupsi. Saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru secara resmi berada pada Status Level III (Siaga). Oleh karena itu, diperlukan kepatuhan penuh terhadap pedoman keselamatan dalam menjalankan berbagai aktivitas agar terhindar dari risiko bencana.

Menurut keterangan dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, rangkaian erupsi pada Senin pagi tersebut dimulai sejak dini hari. Secara keseluruhan, tinggi letusan yang terjadi sepanjang pagi itu berkisar antara 300 meter hingga 700 meter di atas puncak. Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 00.18 WIB. Pada letusan pembuka ini, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Kolom abu tersebut terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan pergerakannya mengarah ke wilayah utara.

Tidak berselang lama setelah letusan pertama, erupsi kedua kembali terjadi pada pukul 00.31 WIB. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom letusan teramati menjadi lebih tinggi, yakni mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Aktivitas erupsi kemudian berlanjut ke letusan ketiga yang terdeteksi pada pukul 01.46 WIB. Tinggi kolom letusan pada fase ketiga ini teramati sekitar 600 meter di atas puncak, dengan karakteristik kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu berintensitas sedang dan pergerakannya juga mengarah ke utara.

Baca Juga

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Memasuki waktu pagi, erupsi keempat terjadi pada pukul 05.50 WIB. Pada letusan keempat ini, tinggi kolom letusan terpantau sekitar 300 meter di atas puncak. Berbeda dengan arah sebelumnya, kolom abu pada erupsi keempat yang berwarna putih hingga kelabu berintensitas sedang ini terpantau bergerak ke arah barat daya.

Rangkaian erupsi ditutup dengan letusan kelima yang tercatat pada pukul 07.56 WIB. Letusan kelima ini menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang secara spesifik mengarah ke tenggara. Erupsi kelima ini terekam dengan sangat jelas pada alat seismograf, yang menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dengan durasi selama 120 detik.

Untuk menjaga keselamatan masyarakat selama masa Status Level III (Siaga) ini, terdapat beberapa pedoman dan pembatasan zona yang wajib dipatuhi. Petugas melarang keras adanya aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Larangan ketat di dalam radius lima kilometer ini diberlakukan secara tegas karena area tersebut dinilai sangat rawan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi secara tiba-tiba dari pusat erupsi.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Selain pembatasan di sekitar kawah dan puncak, panduan keselamatan yang ketat juga diterapkan di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Masyarakat direkomendasikan untuk sama sekali tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara tersebut hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak 13 kilometer itu, masyarakat juga tidak diperkenankan melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Larangan ini sangat penting karena wilayah tepian sungai berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang jangkauannya bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Kewaspadaan tinggi juga harus diarahkan pada potensi bahaya di lembah sungai lainnya. Liswanto meminta masyarakat untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Perhatian khusus harus diberikan pada aliran utama seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain aliran utama tersebut, potensi bahaya lahar juga sangat mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, sehingga masyarakat dilarang lengah dalam memantau kondisi lingkungan sekitarnya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Mitigasi BencanaJawa TimurGunung SemeruErupsi SemeruPanduan Keselamatan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap