Bagaimana perkembangan literasi keuangan di tanah air saat ini? Indeks literasi keuangan nasional di Indonesia mencatatkan kenaikan menjadi 69,57 persen pada tahun 2026 berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan indeks pada tahun 2025 yang berada di posisi 66,64 persen. Sejalan dengan pencapaian tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggalakkan program edukasi ke daerah-daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada pelajar SMA Negeri 1 Rote Selatan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apa peran OJK dan bagaimana pendekatan edukasi yang diberikan? OJK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dengan tiga fungsi utama, yaitu mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen di sektor jasa keuangan. Dalam kegiatan di Rote Ndao, edukasi dipandu oleh Romualdus San Udika Jurnalos, atau yang akrab disapa Sandi, seorang Duta Literasi Keuangan OJK sekaligus jurnalis Stabilitas.id. Sandi memberikan pemahaman keuangan melalui analogi perahu bocor. Ia menjelaskan bahwa pengeluaran yang tidak terencana ibarat perahu yang mengalami kebocoran kecil, yang tetap berisiko karam jika tidak segera diperbaiki.
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Bagaimana panduan alokasi anggaran yang direkomendasikan untuk pelajar? Untuk mencegah masalah keuangan, pelajar disarankan menggunakan metode pembagian dana yang terstruktur. Metode ini membagi dana sebesar 50 persen untuk kebutuhan wajib, 30 persen untuk kebutuhan lainnya atau dana darurat, dan 20 persen disisihkan untuk tabungan. Sandi memberikan contoh penerapan yang mudah dipahami, yakni apabila seorang pelajar menerima uang sebesar Rp 50.000, maka ia sebaiknya langsung menyisihkan Rp 20.000 sebagai simpanan.
Apa saja risiko keuangan digital yang perlu diwaspadai dan bagaimana solusinya? Para pelajar mendapat peringatan tegas mengenai bahaya penggunaan uang untuk pengisian saldo (top-up) game online secara berlebihan, keterlibatan dalam judi online, serta godaan investasi ilegal dan pinjaman online. Sebagai solusi untuk mengelola uang secara aman, pelajar diarahkan untuk memanfaatkan Simpanan Pelajar (SimPel). SimPel merupakan produk tabungan khusus yang dirancang untuk membantu siswa memiliki dan mengelola rekening bank mereka sendiri sejak dini.
Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

Sejauh mana jangkauan program edukasi ini dan apa pencapaian terbesarnya? Inisiatif edukasi di Rote Ndao mendapat dukungan dari Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Gerakan ini merupakan bagian dari program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang melibatkan siswa di 22 kabupaten dan kota di NTT untuk membangun kebiasaan menabung. Keberhasilan program ini dibuktikan dengan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang telah bertahan selama 10 tahun, melalui catatan pembukaan 220.194 rekening SimPel secara serentak di wilayah tersebut.






