Bagi masyarakat di Kalimantan Barat, rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak kini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini sedang memproses secara intensif usulan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut agar dapat segera direalisasikan. Langkah penting terkait masa depan pendidikan ini dibahas secara resmi dalam sebuah pertemuan audiensi. Pertemuan tersebut melibatkan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Bupati Landak Karolin Margret Natasa. Audiensi strategis ini berlangsung di Kantor Kementerian Sosial yang berlokasi di Jakarta Pusat pada hari Rabu, 29 Juli. Pemerintah menargetkan agar proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat masuk ke dalam perencanaan Tahap III pada bulan Oktober mendatang.
Perjalanan usulan proyek fasilitas umum ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan melewati berbagai tahapan administratif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak tercatat telah mengajukan usulan pembangunan Sekolah Rakyat ini sejak tahun 2025. Namun pada saat pengajuan awal tersebut, proses verifikasi belum dapat dilanjutkan karena adanya kendala terkait tata ruang wilayah. Lahan yang disiapkan pada waktu itu masih berstatus sebagai kawasan hutan kota. Kini, Pemkab Landak telah berhasil merampungkan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan serta menyelesaikan penataan ruang lahan. Lahan seluas 9 hektare yang diusulkan saat ini sudah mengantongi sertifikat resmi atas nama Pemerintah Kabupaten Landak, sehingga proyek infrastruktur pendidikan ini siap untuk diproses lebih lanjut.








