Keberlangsungan operasional bisnis pada sektor komersial dan pariwisata sangat bergantung pada sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh pengelola gedung. Kebakaran yang melanda bangunan skala besar seperti hotel tidak hanya menimbulkan risiko keselamatan bagi penghuni, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, kelancaran usaha, serta reputasi merek di era ekonomi digital saat ini. Peristiwa kebakaran yang terjadi di Hotel Pullman, kawasan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, pada Sabtu pagi (1/8) menjadi contoh nyata tentang bagaimana kesiapan mitigasi bencana dan prosedur penyelidikan pasca-insiden sangat krusial bagi pelindungan aset usaha. Penanganan cepat dari petugas pemadam kebakaran serta langkah kepolisian dalam mengusut penyebab kejadian merupakan bagian penting dari protokol kedaruratan yang wajib dipahami oleh para pelaku industri.








