tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Pengembangan Karier

Panduan Mengasah Nalar Kritis Mahasiswa Baru dalam Merespons Tantangan Lapangan Kerja dan Isu Sosial

Lidya RumbayanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 21.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Mengasah Nalar Kritis Mahasiswa Baru dalam Merespons Tantangan Lapangan Kerja dan Isu Sosial
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah awal yang sangat menentukan bagi perjalanan karier seseorang di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan ketatnya persaingan di dunia kerja, mahasiswa baru dituntut untuk tidak sekadar mengejar nilai akademis di dalam kelas. Mereka juga harus mulai membangun nalar kritis, kepekaan sosial, serta pemahaman yang mendalam mengenai dinamika ekonomi yang terjadi di masyarakat. Sebuah contoh nyata mengenai bagaimana nalar kritis ini dipupuk sejak dini dapat dilihat dari inisiatif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair). Organisasi kemahasiswaan ini memilih untuk menyambut ribuan mahasiswa baru dengan cara yang tidak biasa, menjadikannya sebuah momen pengingat bahwa peran mahasiswa sangat krusial dalam mengawal isu hak asasi manusia hingga ketersediaan lapangan kerja.

Momen penyambutan yang penuh makna tersebut berlangsung pada prosesi pengukuhan mahasiswa baru yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026. Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C Unair, BEM Unair mengajak para mahasiswa baru untuk menengok kembali sejarah panjang pergerakan di era reformasi. Di bawah arahan Ketua BEM Unair M Rizqi Senja Virawan, para pengurus membentangkan sebuah poster berukuran 5x1 meter. Poster tersebut secara tegas memuat pesan yang meminta pengembalian Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugrah. Kedua sosok ini merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair pada tahun 1998 yang dinyatakan hilang. Dalam keterangannya pada Sabtu, 1 Agustus 2026, M Rizqi Senja Virawan menegaskan bahwa mereka hilang dan belum kembali hingga kini.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Keberanian untuk mengangkat isu-isu krusial di hadapan publik merupakan salah satu bentuk pelatihan kepemimpinan dan komunikasi yang sangat berharga bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia profesional. Inisiatif pembentangan poster bersejarah tersebut digagas oleh tim yang dipimpin oleh Menteri Sosial Politik BEM Unair, Daniel Nikon Martua Situmorang. Sebagai seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unair, Daniel beserta timnya menyadari pentingnya merawat ingatan kolektif mengenai aktivis reformasi. Melalui organisasi dan aksi nyata semacam ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan analisis, negosiasi, dan kerja sama tim yang kelak akan sangat dibutuhkan saat mereka membangun karier atau merintis usaha di era ekonomi digital.

Baca Juga

Panduan Memahami Dinamika Investasi, Regulasi, dan Keamanan Ekonomi Digital

Panduan Memahami Dinamika Investasi, Regulasi, dan Keamanan Ekonomi Digital

Selain menyuarakan keadilan sejarah, BEM Unair juga menyoroti tantangan ekonomi riil yang akan langsung dihadapi oleh para lulusan perguruan tinggi, yaitu ketersediaan lapangan kerja. Melalui tayangan videotron di lokasi pengukuhan, mereka menampilkan rentetan kalimat kritis yang menggugah kesadaran. Beberapa pesan yang ditayangkan antara lain adalah "Indonesia Emas atau Cemas" serta sebuah pertanyaan menohok yang berbunyi "Mana 19 Juta Lapangan Pekerjaan yang Kau Janjikan?". Bagi mahasiswa masa kini, mempertanyakan janji penyediaan lapangan pekerjaan adalah langkah awal untuk bersikap realistis terhadap kondisi pasar kerja. Kesadaran ini akan mendorong mereka untuk lebih proaktif dalam meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan profesional, dan tidak hanya bergantung pada ijazah semata saat mencari penghasilan kelak.

Pada tahun ini, Unair secara resmi mengukuhkan sebanyak 9.416 mahasiswa baru yang tersebar di Program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma. Ribuan calon tenaga kerja profesional ini juga diajak untuk memperluas perspektif mereka terhadap isu-isu tata kelola pemerintahan dan kemanusiaan. Videotron yang sama turut menampilkan pesan-pesan seperti "Presiden Antek Zionis, Free Palestine", desakan untuk "Tindak Tegas Korupsi Kebun Binatang Surabaya", serta prinsip kesetaraan yang berbunyi "Melindungi tanpa Membedakan. Memanusiakan Tanpa Mengecualikan". Memahami isu korupsi dan kebijakan publik sangat penting bagi calon pekerja maupun wirausahawan, karena tata kelola pemerintahan yang bersih akan berbanding lurus dengan terciptanya iklim ekonomi yang sehat dan peluang usaha yang adil.

Baca Juga

Cara Memanfaatkan Peluang Ekonomi dari Pengoperasian K-SIGN Rote Ndao

Cara Memanfaatkan Peluang Ekonomi dari Pengoperasian K-SIGN Rote Ndao

Sebagai panduan bagi mahasiswa baru, peristiwa yang diinisiasi oleh BEM Unair ini memberikan pelajaran berharga bahwa masa kuliah adalah waktu terbaik untuk mematangkan diri secara holistik. Menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan pergeseran tren industri yang serba cepat, mahasiswa harus mampu mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan kepedulian terhadap isu sosial. Memahami sejarah hilangnya aktivis reformasi Herman dan Bimo, serta bersikap kritis terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, akan membentuk karakter lulusan yang tangguh, berintegritas, dan tidak mudah menyerah. Pada akhirnya, bekal nalar kritis inilah yang akan menjadi fondasi terkuat bagi generasi muda dalam meraih kesuksesan finansial dan profesional di masa depan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Mahasiswa BaruBEM UnairLapangan PekerjaanNalar KritisPersiapan Karier

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Ketahanan Energi India, Investasi Lepas Pantai Rp 158 Triliun dan Ekspansi Tenaga SuryaKetentuan dan Daftar Harga Promo Transmart Full Day Sale untuk Produk ElektronikPanduan Mendapatkan Kasur Berkualitas dengan Harga Diskon di TransmartArah Regulasi dan Peluang Investasi Energi Baru Terbarukan di IndonesiaRincian Pelaksanaan dan Penutupan Turnamen Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026Cara Menghemat Biaya Perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta Menggunakan Transjabodetabek Rute Blok MPanduan Program Sekolah Rakyat di Biak Numfor untuk Pemerataan PendidikanKPK Limpahkan Surat Dakwaan Eks Menag Yaqut Terkait Korupsi Kuota Haji ke Pengadilan Tipikor

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap