tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital

Peluang Pendapatan Tambahan Kawasan Industri Melalui Perdagangan Karbon

Lidya RumbayanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peluang Pendapatan Tambahan Kawasan Industri Melalui Perdagangan Karbon
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup terus mendorong inovasi dalam sektor ekonomi berkelanjutan bagi para pelaku usaha di tanah air. Menteri Lingkungan Hidup yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, secara resmi mengimbau para pengelola kawasan industri di seluruh Indonesia untuk menjaga wilayah kerja mereka agar tetap rimbun dan penuh dengan pepohonan. Langkah pelestarian lingkungan ini bukan sekadar upaya penghijauan biasa, melainkan sebuah strategi bisnis yang prospektif. Menurutnya, kondisi kawasan yang dipenuhi pepohonan tersebut dapat menjadi sumber pemasukan tambahan yang sangat menjanjikan bagi para pengelola kawasan industri di masa depan.

Peluang ekonomi dari penghijauan kawasan industri ini sangat terbuka lebar mengingat saat ini Indonesia sudah memiliki pasar perdagangan karbon yang beroperasi secara aktif. Melalui wadah pasar perdagangan karbon tersebut, para pengelola kawasan industri memiliki kesempatan berharga untuk mengonversi area penghijauan mereka menjadi aset finansial. Mereka bisa memanfaatkan ruang-ruang hijau yang ada di dalam kawasan industri menjadi sumber pendapatan tambahan melalui proses jual-beli

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
kredit karbon
. Selain itu, berbagai upaya konkret maupun keinginan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil di lingkungan operasional juga dipastikan akan menjadi keuntungan tersendiri bagi para pengusaha.

Penjelasan mendalam mengenai potensi pendapatan tambahan dari lini perdagangan karbon ini disampaikan secara langsung oleh Jumhur Hidayat dalam sebuah agenda strategis para pelaku industri nasional. Ia memaparkan peluang ekonomi tersebut saat memberikan pemaparan dalam acara Business Forum dan Rakernas XXV HKI. Acara penting yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama di sektor kawasan industri ini diselenggarakan di Jakarta Pusat pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Kehadiran perwakilan pemerintah dalam forum tersebut menegaskan bahwa kegiatan ekonomi dapat terus tumbuh secara optimal seiring dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga

Optimalisasi Platform Bajubodo di 24 Daerah Melalui Gerakan One Marketplace Sulsel

Optimalisasi Platform Bajubodo di 24 Daerah Melalui Gerakan One Marketplace Sulsel

Untuk memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai potensi keuntungan yang bisa diraih, Jumhur Hidayat memaparkan sebuah simulasi pemanfaatan lahan di dalam kawasan industri. Ia mencontohkan sebuah skenario di mana suatu kawasan industri memiliki total luas lahan mencapai 1.000 hektare. Apabila dari total luasan tersebut area lahan yang terpakai untuk fasilitas dan operasional hanya sekitar 500 hektare, maka masih terdapat sisa lahan yang cukup luas. Pengelola kawasan bisa menggunakan 500 hektare lahan sisanya untuk dialihfungsikan menjadi ruang hijau dengan menanam pohon-pohon yang memiliki kemampuan menyerap emisi karbon besar.

Langkah taktis dengan menanam pohon di lahan menganggur tersebut diyakini mampu mendatangkan nilai ekonomi yang sangat fantastis bagi perusahaan. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, apabila pengelola kawasan menanam pohon di lahan seluas 500 hektare tersebut dan membiarkannya tumbuh hijau dengan baik, mereka bisa mendapatkan uang hingga puluhan miliar. Lebih dari itu, potensi pendapatan ini bisa melonjak drastis apabila melihat tren harga di pasar karbon global. Jika harga kredit karbon mencapai angka 30 hingga 40 dolar Amerika Serikat per ton karbon ekuivalen, maka sebuah kawasan industri berpotensi besar untuk meraup pendapatan hingga puluhan juta dolar.

Baca Juga

Produksi Minyakita Berpotensi Turun Akibat Merosotnya Realisasi DMO CPO

Produksi Minyakita Berpotensi Turun Akibat Merosotnya Realisasi DMO CPO

Melihat besarnya potensi keuntungan ekonomi yang sejalan dengan perbaikan kualitas lingkungan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta. Kementerian Lingkungan Hidup sangat berharap bisa berkolaborasi lebih jauh dengan para pengelola kawasan industri di Indonesia. Melalui kerja sama yang erat dalam mengoptimalkan ruang hijau serta menggarap potensi perdagangan karbon ini, diharapkan semua pihak dapat bersama-sama menciptakan roda pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kredit KarbonKementerian Lingkungan HidupKawasan IndustriPerdagangan KarbonJumhur Hidayat

Berita Terbaru Lainnya

Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026Mengapa Pasar Saham Korea Selatan Mengalami Volatilitas Tinggi dan Menarik Perhatian GlobalProyeksi IHSG Menuju Level 8.000 pada Akhir Tahun Menurut Bank DBS IndonesiaPembangunan dan Peluang Ekonomi di Kawasan Batur Kintamani Wajib Selaras dengan AdatCara Memanfaatkan Program TPAKD Sulawesi Utara untuk Mengembangkan Usaha dan Akses PembiayaanOptimalisasi Platform Bajubodo di 24 Daerah Melalui Gerakan One Marketplace SulselProyek Pedestrian Deck Dukuh Atas, Tahapan Tender, Desain, dan Rencana KonstruksiRisiko Geopolitik Timur Tengah dan Dampak Operasi Gabungan terhadap Fasilitas Minyak Arab Saudi

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026

Digital Economy

Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap