Pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan dan mendorong mobilitas sosial adalah melalui pembangunan fasilitas pendidikan khusus. Hal ini baru saja direalisasikan melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Prosesi peletakan batu pertama ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada hari Sabtu, 1 Agustus. Langkah nyata ini merupakan bentuk komitmen kuat Kementerian Dalam Negeri dalam mendukung implementasi program prioritas Presiden yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bawah.
Kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat ini lahir dari keprihatinan mendalam Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib anak-anak terlantar di berbagai pelosok nusantara. Program pendidikan ini secara spesifik menyasar anak-anak terlantar yang berasal dari kelompok masyarakat prasejahtera, khususnya mereka yang berada pada kelompok desil 1 dan desil 2. Melalui intervensi pendidikan ini, pemerintah berupaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi yang kerap menghambat kemajuan ekonomi daerah. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemberian akses sekolah ini bertujuan agar anak-anak tersebut tidak lagi berakhir menjadi pengemis atau pemulung seperti orang tuanya. Negara mengambil tanggung jawab penuh agar generasi muda dari kelompok rentan ini bisa naik kelas secara sosial dan memiliki potensi ekonomi yang lebih cerah di masa depan.
Untuk memastikan efektivitas kegiatan belajar mengajar, Sekolah Rakyat didesain dengan menggunakan konsep asrama. Konsep ini dinilai mampu memberikan lingkungan yang terstruktur dan kondusif bagi anak-anak dari latar belakang prasejahtera. Aspek yang paling meringankan beban ekonomi keluarga adalah bahwa seluruh biaya pendidikan di institusi ini ditanggung sepenuhnya oleh negara. Secara kelembagaan, Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial. Selain menyediakan fasilitas penunjang dan tenaga pendidik terbaik, seluruh proses pembinaan dan pengelolaan Sekolah Rakyat juga berada di bawah koordinasi langsung Kementerian Sosial guna memastikan standar pendidikan yang merata di setiap wilayah.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Dari sisi infrastruktur fisik, pembangunan Sekolah Rakyat terus dilanjutkan secara masif di berbagai daerah. Proses pembangunan ini dieksekusi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan menggunakan prototipe bangunan yang sama dan terstandardisasi. Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri mendapatkan tugas penting untuk mengoordinasikan jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Dukungan pemerintah daerah sangat esensial agar pelaksanaan program prioritas ini berjalan lancar, salah satunya melalui penyediaan lahan yang memadai untuk lokasi pembangunan gedung sekolah dan fasilitas asrama pendukung.
Kesiapan pemerintah daerah dalam merespons program ini menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan infrastruktur pendidikan. Menteri Dalam Negeri mengakui bahwa tidak semua daerah langsung memberikan respons cepat terhadap inisiatif ini. Di wilayah Papua sendiri, pada awalnya hanya terdapat tiga daerah yang menyambut baik dan menunjukkan kesiapan secara proaktif. Ketiga daerah tersebut adalah Jayapura, Sarmi, dan Biak. Keterlibatan aktif dari Bupati Biak dalam menyiapkan lahan dan kebutuhan administratif lainnya menjadi faktor penentu terealisasinya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Tanah Papua.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Secara nasional, pembangunan di Biak Numfor ini merupakan kelanjutan dari pencapaian sebelumnya yang berskala besar. Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada bulan Januari 2026 lalu. Setelah peresmian bersejarah tersebut, ekspansi program terus digencarkan ke berbagai wilayah. Dengan sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum yang membangun fasilitas fisik, Kementerian Dalam Negeri yang mengoordinasikan penyediaan lahan oleh daerah, serta Kementerian Sosial yang mengelola operasionalnya, program Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka kesempatan luas bagi anak-anak prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan layak dan meningkatkan kemandirian ekonomi mereka di masa mendatang.






