Kementerian Sosial resmi membuka seluruh rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Selasa (11/8). Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan di Gedung Aneka Bhakti Kemensos dengan diwarnai suasana penuh semangat kebersamaan. Acara peringatan kemerdekaan ini diawali secara khidmat melalui pembacaan sebuah karya puisi yang bertajuk 'Kami pun Ingin Merdeka'. Puisi tersebut dibacakan secara langsung oleh Nazila Barqiah Harum, yang merupakan seorang siswa dari Sekolah Rakyat 4 Jakarta.
Penampilan pembacaan puisi oleh Nazila Barqiah Harum tersebut disaksikan secara langsung oleh para pimpinan tertinggi Kementerian Sosial. Pembacaan puisi dilakukan di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang dikenal dengan sapaan Gus Ipul, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Penyelenggaraan rangkaian acara ini ditujukan untuk membangun semangat kebersamaan serta budaya gotong royong di lingkungan kerja. Semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut dinilai sangat krusial dalam upaya mewujudkan berbagai program strategis yang telah dimandatkan kepada Kementerian Sosial.
Nilai integritas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas kementerian juga ditampilkan secara jelas melalui pakaian yang dikenakan para peserta kegiatan. Masing-masing pegawai Kementerian Sosial yang hadir mengenakan pakaian berupa kaos berwarna hitam. Kaos tersebut memuat pesan tertulis bertulisan 'Kemensos Hemat Layanan Hebat Tanpa Korupsi'. Tulisan pada kaos berwarna hitam ini mewakili komitmen seluruh aparatur kementerian untuk terus memberikan pelayanan sosial terbaik kepada masyarakat dengan menerapkan prinsip penghematan dan menjaga integritas tanpa praktik korupsi.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Di sela-sela kegiatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan pesan penting terkait dengan pengelolaan data kementerian. Menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh pihak di Kementerian Sosial harus bersikap jujur serta terbuka terhadap segala hal. Keterbukaan dan kejujuran tersebut secara khusus harus diterapkan terhadap data-data yang dimiliki oleh Kementerian Sosial. Hal ini selaras dengan langkah strategis yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu melakukan konsolidasi data secara terpadu.
Langkah konsolidasi data yang dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto ini memiliki peran yang sangat penting dalam tata kelola bantuan sosial. Dengan data yang terkonsolidasi, jujur, dan terbuka, penyaluran berbagai program bantuan sosial yang dijalankan oleh Kementerian Sosial dipastikan dapat menjadi lebih tepat sasaran. Penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan dilaksanakan secara efektif tersebut dilaporkan dapat menjadi instrumen utama yang mampu menurunkan angka kemiskinan secara berkesinambungan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Selain pentingnya keterbukaan dan konsolidasi data, Mensos Gus Ipul juga menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi yang luas. Kerja sama yang efektif tidak cukup hanya dibangun antarunit kerja yang ada di dalam lingkungan internal Kementerian Sosial semata. Gus Ipul menekankan bahwa kolaborasi juga harus dijalin secara aktif dengan kementerian lain, lembaga-lembaga pemerintah terkait, serta pemerintah daerah. Sinergi lintas sektoral ini diperlukan agar seluruh program strategis dapat terealisasi secara optimal.
Rangkaian acara pembukaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti Kemensos ini ditutup dengan kegiatan olahraga bersama. Penutupan acara diwarnai dengan permainan bulu tangkis yang diikuti oleh jajaran pimpinan kementerian. Mensos Gus Ipul tampil bermain bulu tangkis dengan didampingi oleh Wamensos Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, serta Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo. Kegiatan ini menandai berakhirnya acara pembukaan sekaligus memperkuat keakraban di lingkungan Kementerian Sosial.






