Desa Sepatin yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, saat ini sedang menghadapi tantangan ekonomi yang cukup signifikan bagi para pelaku usaha budidaya perikanan. Tantangan utama tersebut berupa penurunan produktivitas tambak yang terus terjadi dari waktu ke waktu. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada era 1990-an, di mana kawasan pesisir di wilayah tersebut masih didominasi oleh ekosistem hutan mangrove yang lebat. Menghadapi tren penurunan hasil panen yang berdampak pada pendapatan masyarakat, Kelompok Tani Hutan atau KTH Gemilang Sejahtera Abadi mengambil langkah proaktif. Mereka secara langsung mengajak para petambak di Desa Sepatin untuk kembali menanam mangrove sebagai upaya strategis memulihkan produktivitas tambak yang terus menurun tersebut.








