Posko pelayanan informasi dan pendataan korban dibuka selama 24 jam penuh menyusul insiden hilang kontak Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/9) sore pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan mencatat total 113 korban telah dievakuasi, dengan rincian 107 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal yang mengangkut 243 penumpang tersebut tengah berlayar dalam rute perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Untuk memfasilitasi keluarga korban dan mempercepat koordinasi penanganan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa menyiagakan posko pendataan dan pusat informasi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Lima Posko Koordinasi di Terminal Gapura Surya Nusantara
Di area Terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak, otoritas gabungan mendirikan lima titik posko terpadu. Posko-posko tersebut meliputi:
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

- Posko Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
- Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur
- Posko pihak manajemen pelayaran KM Virgo Transport 8
- Posko Kantor SAR (Basarnas) Surabaya
- Posko Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V
Layanan di seluruh posko tersebut difungsikan tanpa henti guna melayani kebutuhan pembaruan data manifest penumpang, koordinasi logistik evakuasi, serta layanan konseling bagi keluarga penumpang.
Sebaran Enam Posko DVI di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan
Selain posko koordinasi di pelabuhan keberangkatan, Polri membuka enam posko Disaster Victim Identification (DVI) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung proses identifikasi korban.
Sebaran posko DVI dibagi ke dalam dua kategori penanganan:
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

- Posko DVI Antemortem: Melayani pengumpulan data ciri fisik korban sebelum kejadian dari pihak keluarga, berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Sumenep, serta Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
- Posko DVI Postmortem: Melayani proses identifikasi jenazah korban, berlokasi di RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Banjarmasin, dan RSUD Ulin Banjarmasin.
Pengerahan Armada SAR dan Status Darurat Laut Jawa
Laporan insiden pertama kali diterima Basarnas Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA. Personel beserta peralatan penyelamatan segera dikerahkan ke lokasi koordinat pada pukul 04.30 WITA. Mengingat luasnya area pencarian dan banyaknya jumlah penumpang, Basarnas mendeklarasikan status kondisi darurat kepada seluruh armada pelayaran yang melintasi Laut Jawa guna memobilisasi bantuan darurat dari kapal-kapal komersial di sekitarnya.
Operasi pencarian dan penyelamatan korban melibatkan pengerahan armada lintas sektor. Korpolairud Baharkam Polri memberangkatkan tiga kapal patroli terdekat menuju lokasi kejadian, yaitu KP Laksmana-7012 (BKO Kalsel), KP Ibis-6001 (BKO Kalteng), dan KP Manyar-5003 (BKO Surabaya).
Operasi SAR terpadu ini turut diperkuat oleh armada KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta kapal-kapal niaga yang berada di rute pelayaran sekitar, meliputi KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Pemantauan via udara dilakukan menggunakan dua unit helikopter, masing-masing dikerahkan oleh Polda Kalimantan Tengah dan Basarnas Surabaya.






