Upaya pemulihan ekonomi masyarakat terus digalakkan pascabencana alam yang melanda wilayah Sumatera Barat. Sebagai langkah nyata, Pemkot Padang Salurkan Bantuan Rp 8 Miliar untuk Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Acara penyerahan tersebut berlangsung di Panggung Utama HJK yang berlokasi di bawah Jembatan Siti Nurbaya pada Senin, 10 Agustus 2026. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban kelompok usaha di sektor perikanan dan pangan yang sempat terpukul oleh bencana pada tahun 2025 lalu.
Penyaluran bantuan ini didanai oleh dua sumber anggaran yang berbeda untuk memastikan jangkauan yang lebih luas. Dari total anggaran sebesar Rp 8 miliar, sebanyak Rp 3,1 miliar bersumber dari APBD Kota Padang. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp 4,9 miliar dialokasikan dari Dana Transfer Ke Daerah (TKD). Program ini merupakan bagian dari inisiatif unggulan pemerintah daerah yang dinamakan program Padang Melayani, yang difokuskan pada pelayanan langsung dan pemulihan kesejahteraan warga kota.
Sektor perikanan tangkap dan budidaya menjadi salah satu fokus utama dalam distribusi bantuan fisik kali ini. Untuk membantu para nelayan, Pemerintah Kota Padang menyalurkan 19 unit perahu fiber, 724 set jaring monofilamen, serta 19 unit mesin tempel berkapasitas 15 PK. Sementara untuk pembudidaya ikan, diserahkan bantuan berupa 30 ekor calon induk lele dan 800 kilogram pakan ikan. Tidak hanya sarana produksi, kelompok pengolah hasil perikanan juga mendapatkan fasilitas pendukung berupa empat unit chest freezer, satu unit vacuum sealer, satu unit kompor gas, dan satu unit kuali besar demi mendorong produktivitas usaha hilir mereka.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah memberikan dukungan melalui sarana Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL). Bantuan ini meliputi penyediaan tanah humus, pupuk kompos, polybag, serta berbagai jenis benih sayuran untuk membantu kelompok masyarakat memanfaatkan pekarangan mereka. Selain itu, untuk mendukung industri pengolahan pangan lokal agar lebih bernilai jual tinggi, disalurkan pula peralatan kerja seperti blender, mesin press baglog, freezer box, kulkas dua pintu, hingga mesin press sealer yang dapat digunakan oleh kelompok usaha bersama.
Di samping bantuan peralatan jangka panjang, terdapat pula alokasi darurat untuk merespons dampak cuaca ekstrem dan banjir yang sempat terjadi pada 3 Agustus 2026. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, mengawal pendistribusian bantuan pangan berupa beras sebanyak 36,2 ton yang ditujukan bagi 17.218 jiwa terdampak. Selain beras, Pemkot Padang juga menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dengan nilai total Rp 540 juta yang dibagikan kepada 270 rumah tangga yang mengalami dampak kerusakan atau kerugian akibat cuaca ekstrem tersebut.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Secara keseluruhan, seluruh bantuan ini dirancang untuk memacu kembali roda perekonomian lokal yang sempat terhambat. Pemerintah berharap bantuan sarana fisik dan dana stimulan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok usaha penerima. Meski demikian, efektivitas pemulihan ekonomi ini tentu sangat bergantung pada pengelolaan masing-masing kelompok di lapangan serta kondisi cuaca di masa mendatang yang tetap menyimpan ketidakpastian bagi sektor pertanian dan perikanan.






