Kerugian hingga Rp 1,4 miliar pernah dialami Silvia Yap, seorang pengusaha asal Lawang, Malang, setelah membuka dokumen mencurigakan berukuran 5 MB yang dikirimkan melalui aplikasi percakapan instan. Modus pengiriman dokumen manipulatif semacam ini menargetkan pengguna ponsel Android agar tanpa sadar memasang program jahat yang menyedot tabungan hingga belasan transaksi tanpa izin pada malam hari.
Apa itu modus penipuan berkedok undangan digital di WhatsApp? Modus ini merupakan kejahatan siber berbasis rekayasa sosial di mana pelaku mengirimkan berkas berekstensi .apk kepada calon korban dengan kedok surat undangan pernikahan. Saat penerima pesan mengira dokumen tersebut merupakan kartu digital resmi dan mengekliknya, perangkat justru menjalankan instalasi aplikasi berbahaya. Menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksin.com, aplikasi tersebut dirancang secara spesifik untuk memotong atau mencuri kode One Time Password (OTP) dari layanan pesan singkat (SMS) korban.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Bagaimana cara kerja file APK dalam menguras saldo rekening korban? Setelah aplikasi tak dikenal berhasil terpasang di ponsel, sistem akan meminta berbagai izin sensitif seperti akses SMS, foto, video, hingga layanan perbankan digital. Dengan menguasai izin akses SMS, penipu dapat membaca kode OTP yang dikirimkan bank secara langsung tanpa disadari pemilik ponsel. Pelaku kemudian membobol kredensial mobile banking. Kasus serupa juga pernah menimpa Derasmus Kenlopo di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang kehilangan Rp 14 juta hingga saldo rekeningnya hanya tersisa Rp 25.000 setelah membuka lampiran undangan pernikahan serupa.
Selain undangan pernikahan, apa saja variasi modus file APK yang pernah beredar? Pelaku kejahatan siber kerap mengganti kedok dokumen APK mengikuti tren informasi terkini. Pola ini pertama kali mencuat pada akhir 2022 lewat penipuan kurir J&T Express yang mengirim file bernama LIHAT Foto Paket di Telegram. Modus lain yang teridentifikasi meliputi pengiriman berkas Surat Tilang-1.0.apk yang mengatasnamakan kepolisian pada Maret 2023, aplikasi palsu MyTelkomsel, hingga file PPS PEMILU 2024 yang dipantau oleh Kominfo.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Bagaimana langkah pencegahan untuk melindungi rekening perbankan? Pengguna dilarang keras mengunduh atau mengeklik berkas instalasi (.apk) yang dikirim oleh nomor tidak dikenal di WhatsApp atau aplikasi perpesanan lain. Pastikan seluruh instalasi program hanya bersumber dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai berbagai bentuk rekayasa sosial lainnya, seperti penawaran kerja komisi berbayar yang mencatut nama Bank Indonesia maupun surat elektronik palsu yang tidak menggunakan domain resmi @pajak.go.id dari Direktorat Jenderal Pajak.






