Pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas rentan menjadi salah satu fokus penguatan kemandirian masyarakat di tingkat daerah. Melalui unit operasinya, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Boyolali mendampingi kelompok masyarakat di Desa Keposong, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah, agar mampu mengembangkan potensi usaha mandiri secara berkelanjutan.
Berikut rangkuman informasi esensial dan tanya-jawab seputar program pemberdayaan tersebut.
Siapa kelompok penerima manfaat program ini?
Program ini berpusat pada Kelompok Pandawa Patra, sebuah kelompok masyarakat di Desa Keposong yang dirintis sejak 2017. Pada awal berdirinya, kelompok ini hanya beranggotakan tujuh orang penyandang disabilitas.
Sejak mendapatkan pendampingan dari Pertamina pada akhir 2021, keanggotaan Pandawa Patra terus berkembang. Saat ini kelompok tersebut menaungi 29 anggota, yang terdiri dari 24 penyandang disabilitas beserta keluarganya serta lima keluarga rentan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pendekatan apa yang digunakan untuk membangun kemandirian kelompok?
Pertamina dan Kelompok Pandawa Patra menerapkan konsep integrated farming atau pertanian terpadu. Pendekatan ini mengintegrasikan dua sektor utama, yaitu pertanian dan peternakan.
Melalui model ini, anggota kelompok mendapatkan ruang belajar sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi praktis. Anggota seperti Martuti (42 tahun) bersama putranya, Bagas Suprianto (21 tahun) yang merupakan penyandang disabilitas, memanfaatkan wadah ini untuk mempelajari teknik bercocok tanam dan tata kelola peternakan secara bertahap.
Inovasi energi apa yang diterapkan di lokasi program?
Kelompok Pandawa Patra diintegrasikan ke dalam payung program Desa Energi Berdikari (DEB) milik Pertamina. Inovasi yang dihadirkan berupa pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Energi biogas tersebut kemudian dimanfaatkan secara langsung untuk memasok kebutuhan listrik operasional pada fasilitas integrated farming kelompok, sehingga operasional budidaya menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Apa pandangan Pertamina terkait inisiatif kemandirian ini?
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa keberadaan DEB Pandawa Patra membuktikan kemandirian ekonomi dapat diwujudkan oleh siapa saja selama ada komitmen kuat dari anggota kelompok.
Inisiatif ini menempatkan pendampingan teknis dan penyediaan infrastruktur energi terbarukan sebagai pendorong utama bagi kelompok disabilitas untuk berdaya secara sosial dan ekonomi.






