Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai. Peristiwa gempa tersebut memaksa warga untuk meninggalkan rumah tempat tinggal mereka demi keselamatan diri dan keluarga. Salah satu warga yang terdampak langsung oleh peristiwa ini adalah Rosalia Ojam, seorang perempuan berusia 55 tahun asal Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. Beberapa hari setelah bencana gempa bumi melanda kawasannya, Rosalia bersama warga terdampak lainnya masih harus bertahan dan mengungsi di tenda pengungsian yang disediakan di Posko Pertamina Peduli.
Keberadaan Posko Pertamina Peduli yang didirikan di Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo, menjadi pusat pendampingan serta tempat penampungan bagi para pengungsi. Untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa, Pertamina menghadirkan berbagai bentuk dukungan di posko tersebut. Dukungan yang diberikan mencakup pasokan berbagai kebutuhan logistik bagi para warga di pengungsian. Selain kebutuhan logistik pokok, Pertamina juga menyediakan Bright Gas guna memastikan kelancaran operasional dapur umum, sehingga kebutuhan makanan bagi warga di posko pengungsian dapat terus terpenuhi dengan baik setiap harinya.
Penyaluran bantuan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendampingi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini, tercatat Pertamina telah mendistribusikan sekitar 9.600 paket sembako ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa bumi di provinsi NTT. Khusus untuk wilayah Kecamatan Reo, bantuan tanggap darurat ini telah diserahkan secara simbolis kepada Sekretaris Camat Reo, Yosef Sudarso, agar proses penyaluran bantuan dapat terus dikoordinasikan untuk memenuhi kebutuhan para warga di wilayah tersebut.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Selain berfokus pada penyaluran logistik sembako dan bahan bakar operasional dapur umum, Pertamina Peduli juga menaruh perhatian besar pada kondisi anak-anak di pengungsian. Relawan Pertamina Peduli secara aktif mengadakan kegiatan trauma healing di lokasi pengungsian. Melalui kegiatan trauma healing ini, para relawan mengajak anak-anak di tenda pengungsian untuk berinteraksi dan bermain bersama demi membantu mengembalikan keceriaan mereka setelah mengalami peristiwa gempa. Tidak hanya itu, relawan juga membagikan makanan ringan dan susu kepada anak-anak agar mereka merasa senang serta tidak merasa terlalu tegang selama berada di tenda pengungsian.
Penanganan dampak bencana gempa ini juga ditinjau secara langsung oleh jajaran kepemimpinan Pertamina. Pada Senin, 17 Agustus 2026, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana gempa sekaligus menyerahkan bantuan di Kabupaten Manggarai. Selain kunjungan Direktur Utama, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan juga turut melakukan peninjauan dengan mengunjungi Rumah Sakit Ruteng (RS Ruteng). Kunjungan Komisaris Utama ke RS Ruteng dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta menyerahkan bantuan di fasilitas medis tersebut.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Rangkaian pemantauan dan pendampingan bagi para korban gempa kemudian dilanjutkan oleh Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Arya Dwi Paramita mendatangi Posko Pertamina Peduli yang berlokasi di Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di posko pengungsian serta memastikan bahwa seluruh penyaluran bantuan terus berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di lapangan.






