Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Regional IV Wilayah Sulawesi menemui massa aksi unjuk rasa terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berunjuk rasa di kantor regional Makassar, Senin (14/9). Dialog dilakukan langsung di lokasi setelah jalannya aksi demonstrasi sempat diwarnai ketegangan saat massa menuntut kejelasan distribusi energi di wilayah tersebut.
Manajer Retail Sales Pertamina Regional Sulawesi, Mardian, menemui peserta aksi secara langsung guna merespons tuntutan demonstran. Di hadapan massa, Mardian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring informasi, khususnya agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi kebenarannya mengenai kondisi penyaluran BBM.
Mardian juga menjelaskan bahwa Pertamina terus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pembatasan pembelian sistem ganjil-genap dengan memantau situasi antrean kendaraan di SPBU wilayah Makassar. Penerapan kebijakan ganjil-genap tersebut masih berjalan sesuai ketentuan surat edaran yang berlaku hingga 20 September 2026.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Aksi massa yang dipelopori oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar bersama elemen buruh menuntut pertanggungjawaban Pertamina atas fenomena antrean panjang pengendara yang berlangsung selama berhari-hari. Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, menyatakan bahwa kebijakan operasional yang ada saat ini dinilai belum menjadi solusi tuntas bagi ketersediaan BBM di lapangan.
Selain menuntut perbaikan pasokan, HMI turut mengkritik surat edaran yang diterbitkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan terkait sistem ganjil-genap pengisian bahan bakar di SPBU. Menurut perwakilan mahasiswa, skema tersebut justru menimbulkan permasalahan baru bagi mobilitas warga yang membutuhkan BBM setiap hari.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Unjuk rasa yang berlangsung pada Senin sore sempat memanas ketika kelompok demonstran merangsek masuk hingga merusak pintu pagar kantor operasional Pertamina Patra Niaga Sulawesi. Insiden saling dorong tersebut mengakibatkan seorang peserta aksi mengalami luka di bagian kepala, yang diduga timbul akibat hantaman pentungan petugas saat pengamanan area berlangsung.






