Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, beralih ke jalur udara memasuki hari ketiga pada Jumat (4/9). Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengerahkan bantuan metode penyiraman udara atau water bombing untuk memadamkan kobaran api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sejak api mulai membakar area pembuangan sampah terbesar se-Soloraya tersebut pada Rabu (2/9) malam dan kian meluas pada Kamis, petugas gabungan sebelumnya hanya mengandalkan penyekatan serta pemadaman dari darat. Namun, akses armada darat terbentur medan lereng curam di timbunan sampah sisi timur. Operasi water bombing dari Polda Jateng ini direncanakan berlangsung selama sekitar dua jam dengan target utama titik-titik terjal tersebut.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Penyesuaian Operasi dan Penanganan Dampak Warga
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Indradi, mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas petugas di darat dihentikan sementara selama proses water bombing berjalan demi memastikan keselamatan personel di lapangan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Di luar pemadaman fisik, penanganan dampak lingkungan terhadap warga sekitar terus berjalan. Pemerintah Kota Solo telah mengevakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang lebih aman, membagikan masker, serta menyiagakan pasokan tabung oksigen melalui Dinas Kesehatan Kota Solo untuk mengantisipasi potensi gangguan pernapasan akibat kepulan asap.






