Sebanyak 179.037 warga mengungsi dan 81.436 unit rumah tercatat rusak sementara akibat bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (26/8) mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 105 jiwa, sementara 1.678 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tiga wilayah yang teridentifikasi mengalami dampak paling parah meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa 48 korban jiwa merupakan korban yang terdampak langsung gempa, sedangkan 57 korban meninggal lainnya merupakan hasil lanjutan operasi pencarian Basarnas, pasien yang tidak selamat saat dirawat di fasilitas kesehatan, serta faktor kerentanan trauma pada kelompok lansia dan anak-anak.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Menanggapi dampak bencana tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto mendatangi langsung posko dan tenda penampungan warga di Kabupaten Nagekeo pada Rabu (26/8). Tiba menjelang pukul 12.00 dengan helikopter kepresidenan mengenakan pakaian safari krem, topi biru tua, dan kacamata hitam, Prabowo menemui para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Sebelum menuju tenda pengungsian warga, Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan darurat di Posko Penanganan Bencana yang bertempat di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo. Dalam agenda peninjauan ini, Presiden didampingi jajaran menteri dan pimpinan militer, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Saat memberikan keterangan pers di lokasi, Prabowo memastikan aparatur negara bergerak cepat untuk menstabilkan kondisi lapangan. Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan terus bekerja keras demi memulihkan keadaan serta kebutuhan masyarakat terdampak.






