Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan tegas yang meminta para kepala daerah untuk tidak lagi mengerahkan warga demi menyambut kedatangan presiden pada setiap agenda kunjungan kerja. Arahan ini ditujukan secara langsung kepada para pimpinan daerah tingkat provinsi hingga kabupaten. Melalui pernyataan yang dikutip oleh Sekretariat Presiden, Kepala Negara memohon kepada para gubernur dan bupati agar kedatangannya di berbagai daerah tidak perlu diwarnai dengan pengerahan rakyat sebagai tim penyambut. Presiden menyoroti bahwa masyarakat sama sekali tidak perlu berpanas-panasan di pinggir jalan sekadar untuk menunggu dirinya datang ke lokasi acara kunjungan kerja.
Pesan penting mengenai larangan mobilisasi warga tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara peresmian akad massal perumahan di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan secara terpusat di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, pada hari Kamis, 30 Mei 2026. Mantan Menteri Pertahanan tersebut mengungkapkan bahwa secara pribadi dirinya sebenarnya merasa sangat senang ketika bisa bertemu dengan masyarakat, termasuk para warga yang antusias menyambut kedatangannya saat melakukan kunjungan kerja. Namun di sisi lain, Presiden merasa kasihan melihat masyarakat yang harus rela berpanas-panasan di pinggir jalan demi menunggu kehadirannya.
Dalam agenda kunjungan kerja di Kabupaten Batang tersebut, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan akad massal yang mencakup 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi. Selain fasilitas KPR subsidi, agenda peresmian ini juga meliputi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Penyaluran fasilitas KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan bagi puluhan ribu unit hunian tersebut memiliki nilai total yang mencapai Rp 880 miliar. Penyaluran pembiayaan yang bernilai ratusan miliar rupiah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk secara langsung memperkuat struktur pembiayaan pada sektor perumahan nasional di Indonesia.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Program penyaluran KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp 880 miliar tersebut diprioritaskan sebagai instrumen pemerintah guna memperluas akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan adanya dukungan pembiayaan bernilai besar ini, masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan dapat lebih mudah mendapatkan fasilitas hunian yang layak. Ketua Umum Partai Gerindra ini berpesan agar semua pihak bisa bersikap santai, karena hal yang paling utama adalah jajaran pemerintahan bekerja sepenuhnya untuk mewujudkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Presiden juga menyatakan keyakinannya bahwa rakyat saat ini sudah mengetahui bahwa pemerintah sedang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk masyarakat.
Pelaksanaan peresmian akad massal perumahan ini tidak hanya difokuskan di Kabupaten Batang, melainkan juga diikuti secara serentak oleh para penerima manfaat di berbagai daerah lain di seluruh Indonesia. Untuk menjangkau para peserta di wilayah lain, Presiden Prabowo Subianto meluangkan waktu untuk melakukan sesi dialog interaktif melalui fasilitas konferensi video. Melalui sambungan konferensi video tersebut, Presiden berbincang secara langsung dengan sejumlah perwakilan debitur dari berbagai daerah yang tengah mengikuti prosesi akad massal secara serentak. Kesempatan berdialog ini menjadi momen bagi pemerintah untuk memantau langsung pelaksanaan program pembiayaan perumahan di tingkat daerah.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Dalam pidato sambutannya pada acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya prosesi akad massal perumahan yang dapat dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa realisasi program pembiayaan senilai Rp 880 miliar tersebut merupakan bagian dari komitmen kuat pemerintah untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang berstandar layak huni. Menutup pemaparannya mengenai target sektor perumahan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan visi utama pemerintah dengan menyatakan, "Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak."






