tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Keuangan Daerah

Prabowo Sindir Banyak Pemda Belum Gunakan Anggaran dengan Baik

Lidya RumbayanDiterbitkan 17 Sep 2026 - 00.29 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Prabowo Sindir Banyak Pemda Belum Gunakan Anggaran dengan Baik
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Masyarakat di berbagai daerah dinilai belum merasakan akselerasi pembangunan secara optimal akibat lambatnya tata kelola dan penyerapan belanja pemerintah daerah. Sebagian dana alokasi yang dikirimkan pemerintah pusat bahkan dilaporkan mengendap di bank atau tidak terserap lantaran gesekan politik lokal.

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti persoalan tersebut dalam Program Presiden Menjawab yang merujuk pada keterangan resmi Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Rabu (16/9). Kepala Negara mengungkapkan adanya bukti konkret mengenai anggaran transfer pusat yang tidak langsung dibelanjakan oleh pemda.

Menurut Prabowo, penundaan pemanfaatan anggaran tersebut kerap terjadi akibat perselisihan antara kepala daerah dan lembaga legislatif daerah, seperti konflik antara bupati atau gubernur dengan pihak dewan perwakilan rakyat di wilayahnya. Kondisi ini membuat dana yang telah ditransfer dari kas negara menjadi tidak termanfaatkan untuk kebutuhan riil warga.

Baca Juga

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Pemerintah pusat kini menjadikan efektivitas pemanfaatan dana sebagai bahan pertimbangan utama dalam kebijakan pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD). Prabowo menegaskan bahwa tujuan fundamental dari transfer anggaran ke daerah adalah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah.

Meski pemerintah daerah memiliki kewenangan otonom untuk menetapkan alokasi anggaran sesuai prioritas wilayah, penggunaan anggaran negara tetap dituntut efektif dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Prabowo secara khusus menyoroti kondisi pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa yang dinilai masih belum sebanding dengan besarnya kucuran dana yang telah dialokasikan.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Dalam evaluasinya, Prabowo mencatat bahwa proses desentralisasi telah berjalan selama 25 tahun, dengan alokasi dana desa sebesar Rp1 miliar per desa rutin disalurkan selama 10 tahun terakhir. Namun, ia mempertanyakan masih adanya proyek fasilitas dasar skala kecil yang tidak kunjung terealisasi, seperti pembangunan jembatan desa berbiaya sekitar Rp400 juta, meskipun dukungan anggaran rutin telah diterima daerah.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoTransfer ke DaerahDana Desa

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap