tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Prabowo Soroti Kekayaan Alam Sebagai Tantangan Geopolitik dan Ekonomi Indonesia

Fitri LimbongDiterbitkan 2 Agu 2026 - 21.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Prabowo Soroti Kekayaan Alam Sebagai Tantangan Geopolitik dan Ekonomi Indonesia
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan pandangannya mengenai faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya perang yang terus berkecamuk di kawasan Timur Tengah. Menurut beliau, konflik bersenjata dan ketegangan yang terus terjadi di wilayah tersebut berakar dari melimpahnya sumber daya alam strategis. Kekayaan alam yang menjadi pusat perebutan kepentingan selama bertahun-tahun itu meliputi minyak bumi, gas alam, serta berbagai macam mineral berharga lainnya. Pernyataan penting ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan resmi dengan jajaran pengurus Kadin Indonesia. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Beliau menegaskan bahwa wilayah yang dianugerahi kekayaan alam melimpah sering kali harus menghadapi kenyataan pahit berupa konflik yang terus berulang akibat perebutan kepentingan strategis dunia.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan lebih lanjut bahwa melimpahnya kekayaan sumber daya alam di suatu wilayah sering kali membawa dampak ganda yang patut diwaspadai secara ekonomi maupun politik. Di satu sisi, kekayaan tersebut merupakan anugerah yang luar biasa, tetapi di sisi lain kondisi ini bisa juga dikatakan sebagai sebuah kutukan atau the curse. Beliau menyoroti bahwa orang yang diberi kekayaan, atau suatu negara, maupun sebuah kawasan di bumi yang diberi sumber daya alam yang begitu kaya, sering kali berubah kedudukannya menjadi sasaran empuk bagi pihak-pihak luar. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa wilayah seperti Timur Tengah terus menjadi arena perebutan kekuasaan dan konflik geopolitik selama ratusan tahun, karena banyaknya pihak yang berkepentingan terhadap cadangan energi dan mineral di sana.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menarik garis perbandingan yang tegas antara situasi geopolitik di Timur Tengah dengan kondisi nyata yang ada di Indonesia. Beliau menegaskan bahwa hal yang sama juga terjadi di tanah air. Pasalnya, Indonesia sudah dikenal luas sebagai negara kepulauan yang sangat kaya akan sumber daya alam. Dengan kekayaan luar biasa yang Indonesia punya saat ini, maka sudah dapat dipastikan bahwa banyak pihak luar yang memiliki keinginan kuat untuk merebut kekayaan tersebut. Posisi Indonesia yang strategis dan kaya akan komoditas penting menjadikannya tidak luput dari ancaman perebutan kepentingan, persis seperti pola yang terjadi di wilayah-wilayah kaya sumber daya alam lainnya di dunia.

Baca Juga

Panduan Penyesuaian Anggaran Makan Bergizi Gratis dalam Postur APBN

Panduan Penyesuaian Anggaran Makan Bergizi Gratis dalam Postur APBN

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola perebutan kekayaan ini, Presiden Prabowo Subianto mengajak jajaran Kadin Indonesia untuk menengok kembali catatan sejarah bangsa pada masa lampau. Beliau mengambil contoh spesifik pada periode tahun 1500-an hingga 1600-an saat Indonesia dijajah oleh bangsa lain. Pada masa tersebut, banyak sekali bangsa Eropa yang datang berbondong-bondong dan saling berebut rempah-rempah yang bersumber dari bumi Nusantara. Pada kurun waktu tahun 1500 hingga 1600 tersebut, rempah-rempah menjadi komoditas global yang sangat krusial dan kritikal. Kebutuhan yang sangat tinggi terhadap rempah-rempah Nusantara pada masa itu dipicu oleh keterbatasan teknologi pengawetan makanan yang ada di benua Eropa yang sangat berdampak pada aktivitas pelayaran mereka.

Presiden Prabowo Subianto menerangkan secara rinci alasan mengapa rempah-rempah menjadi sangat vital pada era tersebut. Menurut beliau, pada masa itu manusia belum menemukan teknologi pendingin, belum ada kulkas, dan belum ada refrigerator. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi angkatan laut bangsa Eropa. Jika mereka ingin memiliki angkatan laut yang kuat dan kapal mau berlayar selama dua minggu melintasi samudera, maka mereka sangat perlu membawa rempah-rempah supaya persediaan makanan di dalam kapal itu tidak busuk. Selain memburu rempah-rempah untuk pengawetan makanan, bangsa Eropa juga sangat membutuhkan pasokan kayu berkualitas. Mereka secara khusus mencari kayu-kayu yang cocok untuk digunakan di laut, dan sumber daya kayu terbaik tersebut terhampar luas di Nusantara ini. Jadi, mereka semua berlayar mencari Nusantara semata-mata untuk mendapatkan rempah-rempah dan pasokan kayu.

Baca Juga

Adopsi Alat Berat EV dan Keringanan Pajak Sebagai Solusi Efisiensi Kontraktor Tambang

Adopsi Alat Berat EV dan Keringanan Pajak Sebagai Solusi Efisiensi Kontraktor Tambang

Berkaca dari rentetan peristiwa masa lalu tersebut, Presiden Prabowo Subianto pun mengingatkan sebuah pesan penting bagi masa depan perekonomian nasional. Beliau menegaskan bahwa sejarah panjang penjajahan dan perebutan sumber daya ini harusnya membuat seluruh elemen bangsa Indonesia belajar dengan sungguh-sungguh. Tujuan utama dari pembelajaran sejarah ini adalah agar seluruh kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia ke depannya bisa dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal murni untuk kemakmuran rakyat. Presiden menekankan bahwa kekayaan alam Nusantara tidak boleh lagi dijarah oleh bangsa lain seperti yang terjadi pada masa lalu. Kesadaran akan sejarah ini dinilai sangat penting agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam kelengahan yang dapat merugikan kedaulatan sumber daya alam strategis yang dimiliki oleh negara.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantogeopolitikKadin IndonesiaSumber Daya AlamSejarah Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Rincian Pelaksanaan dan Penutupan Turnamen Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026Cara Menghemat Biaya Perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta Menggunakan Transjabodetabek Rute Blok MPanduan Program Sekolah Rakyat di Biak Numfor untuk Pemerataan PendidikanPanduan Mengasah Nalar Kritis Mahasiswa Baru dalam Merespons Tantangan Lapangan Kerja dan Isu SosialKPK Limpahkan Surat Dakwaan Eks Menag Yaqut Terkait Korupsi Kuota Haji ke Pengadilan TipikorCara Menjaga Kinerja dan Menghindari Sanksi Mutasi di Lingkungan Badan Gizi NasionalStrategi Ekspansi Jaringan Organisasi dan Tinjauan Ekonomi Lokal di Nusa Tenggara TimurPanduan Penyesuaian Anggaran Makan Bergizi Gratis dalam Postur APBN

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap