PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadirkan dan memberikan program makanan bergizi bagi para siswa melalui pengelolaan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). Program penyediaan makanan bergizi ini menjadi salah satu bentuk investasi sosial perusahaan yang ditujukan pada sektor pendidikan. Melalui program tersebut, PTFI berupaya memberikan kontribusi dalam mencetak generasi unggul dari tanah Papua dengan dukungan nutrisi yang terjamin. Jaminan gizi yang baik diposisikan sebagai pilar penting yang berjalan seiring dengan pendidikan para siswa selama menempuh masa studi di sekolah asrama.
Terkait peran dan pembangunan institusi pendidikan tersebut, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa Sekolah Asrama Taruna Papua merupakan sekolah asrama pertama di Papua yang dirancang dengan ketersediaan fasilitas lengkap. Fasilitas lengkap yang disiapkan di lingkungan sekolah asrama ini ditujukan guna menunjang kebutuhan aktivitas belajar mengajar maupun tempat tinggal para peserta didik secara menyeluruh. Dengan integrasi fasilitas yang memadai tersebut, SATP menghadirkan lingkungan yang dirancang untuk mendukung perkembangan siswa, baik dari segi akademis, kehidupan asrama, hingga pemenuhan kebutuhan dasar mereka sehari-hari.
Dalam operasional hariannya, para siswa di Sekolah Asrama Taruna Papua mendapatkan makanan bergizi secara gratis sebanyak lima kali dalam satu hari. Pola pembagian makanan di sekolah asrama ini dilaksanakan dengan jadwal yang sangat teratur untuk memastikan keteraturan asupan gizi para siswa. Jadwal konsumsi tersebut mencakup waktu sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Selain tiga waktu makan pokok tersebut, pihak pengelola sekolah asrama juga menyediakan dua kali jadwal pemberian kudapan atau snack dalam sehari untuk melengkapi kebutuhan energi dan nutrisi para murid.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Untuk menjaga kualitas hidangan serta kelancaran distribusi makanan setiap waktu, seluruh operasional dapur dilakukan secara mandiri di dalam wilayah sekolah. Pengelolaan dapur mandiri di SATP ini didukung kemampuan operasional yang mampu mengolah serta menyajikan porsi makanan dalam jumlah besar. Dapur sekolah tersebut tercatat mampu melayani dan menyediakan sekitar 2.000 porsi hingga mencapai lebih dari 3.000 porsi makanan (meal). Sajian makanan dalam kapasitas ribuan porsi tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian para murid serta seluruh staf yang bertugas di SATP.
Dari sisi pengembangan kurikulum dan pembelajaran di kelas, Sekolah Asrama Taruna Papua menerapkan kurikulum merdeka plus yang didukung langsung oleh tenaga pengajar ahli. Guna memperkuat kompetensi komunikasi para siswa, perusahaan secara khusus mendatangkan penutur asli atau native speaker langsung dari Amerika Serikat (AS). Kehadiran tenaga pengajar penutur asli asal Amerika Serikat ini difokuskan untuk mengajarkan kemampuan bahasa Inggris kepada seluruh peserta didik SATP yang merupakan anak-anak dari tujuh suku di Mimika.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Penyelenggaraan pemenuhan nutrisi dan pengelolaan pendidikan di SATP merupakan perwujudan dari komitmen investasi sosial PT Freeport Indonesia yang dijalankan secara berkesinambungan. Komitmen investasi sosial yang dialokasikan oleh Freeport Indonesia memiliki nilai yang sangat besar, yakni mencapai total US$ 100 juta atau sekitar Rp 2 triliun setiap tahunnya. Melalui penyaluran investasi sosial tahunan di sektor pendidikan ini, PTFI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembentukan generasi unggul di Papua yang memiliki bekal keterampilan serta kondisi fisik yang prima berkat asupan nutrisi yang terjamin.






