Suasana Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati ribuan pengunjung saat seremoni pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 resmi digelar pada Sabtu (12/9). Ajang dua tahunan ini diawali dengan defile kafilah dari 37 provinsi di Indonesia, dilanjutkan penampilan seni Tari Rato Jaroeh oleh SMAN 4 Semarang, tari Kolosal Kisah Tanah Jawi, serta lantunan lagu dari penyanyi Opick.
Kehadiran delegasi dari berbagai penjuru tanah air melahirkan ragam apresiasi kafilah usai hadiri MTQ Nasional 2026 di Semarang, terutama terkait kehangatan masyarakat lokal serta kesiapan sarana acara. Umar Mukhtar, salah satu anggota kafilah asal Maluku Utara, mengaku merasakan pengalaman yang berbeda dan berkesan selama berada di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Hal senada disampaikan Pimpinan Kafilah Lampung, Makmur. Ia menilai kemeriahan MTQ Nasional edisi ke-31 terlihat nyata dari tingginya antusiasme warga yang menyambut kehadiran para rombongan daerah sejak awal kedatangan. Menurutnya, keterbukaan warga setempat memperkuat suasana persaudaraan antardaerah.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Dari sisi kesiapan infrastruktur, perwakilan kafilah asal Kabupaten Blitar, Muhlasin, menyoroti peningkatan kualitas fasilitas penyelenggaraan. Ia mencatat adanya kemajuan sarana pendukung dan penataan lokasi kegiatan di Jawa Tengah bila dibandingkan dengan perhelatan edisi-edisi sebelumnya.
Selain menjadi panggung syiar keagamaan dan silaturahmi, MTQ Nasional 2026 turut difungsikan sebagai penggerak ekonomi. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan perhelatan ini membuka ruang promosi kearifan lokal sekaligus potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pameran UMKM yang berlangsung selama agenda MTQ melibatkan pelaku usaha lokal dari Jawa Tengah鈥攜ang saat ini berjumlah hampir 4,2 juta unit usaha鈥攕erta produk unggulan dari daerah peserta lain.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut menegaskan bahwa pertemuan kafilah dari puluhan provinsi ini menjadi momentum penting dalam mempererat integrasi sosial dan silaturahmi lintas daerah.






