Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menginginkan fasilitas bioskop dapat kembali hadir di kawasan pusat kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Keberadaan ruang pemutaran film tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun dan menopang ekosistem perfilman di Jakarta secara berkelanjutan.
Keinginan tersebut disampaikan Rano usai menghadiri dan menyaksikan pertunjukan drama musikal bertajuk Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi yang ditampilkan oleh Sekolah Seni Yonif di TIM pada Minggu (30/8). Menurut Rano, kawasan pusat kesenian legendaris ini membutuhkan sarana bioskop guna melengkapi ruang apresiasi karya audio visual bagi masyarakat dan para pegiat seni.
Sebelumnya, kawasan TIM memang pernah memiliki fasilitas bioskop yang aktif beroperasi. Akan tetapi, fasilitas bioskop tersebut tidak sempat dibuat kembali setelah kawasan seni tersebut melewati proses revitalisasi.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Pemanfaatan Bangunan Mangkrak di Area Depan
Guna merealisasikan hadirnya sarana pemutaran film tersebut, Rano mengungkapkan bahwa pihaknya telah membahas rencana khusus untuk memanfaatkan aset fisik yang ada di kawasan TIM. Salah satu opsi yang tengah dirancang adalah pemanfaatan sebuah bangunan mangkrak yang berada di area depan kompleks TIM.
Menurutnya, atmosfer ruang kreatif di TIM sangat membutuhkan dukungan sarana yang lengkap. Oleh karena itu, pengoptimalan gedung yang belum terselesaikan di bagian depan kawasan dinilai dapat menjadi jalan keluar untuk menghadirkan kembali fasilitas bioskop bagi publik.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Persiapan Agenda 500 Tahun Jakarta
Selain mendorong pembenahan sarana kesenian di TIM, Rano Karno juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan pembahasan kalender kegiatan (kalender event) berskala besar. Agenda tersebut disusun dalam rangka menyambut peringatan 500 tahun Jakarta yang jatuh pada tahun 2027 mendatang.
Rangkaian kegiatan perayaan hari jadi ke-500 Jakarta tersebut direncanakan mulai bergulir sejak bulan Desember. Mengingat rentang waktu dan padatnya agenda perayaan yang berjalan dari Desember tahun berjalan hingga Desember tahun berikutnya, Pemprov DKI Jakarta berencana menunjuk satu tim khusus untuk mematangkan dan mengelola pelaksanaan seluruh rangkaian acara.






