tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Regulasi

Rencana Kenaikan Gaji Kepala Daerah dan Evaluasi Kinerja Berbasis KPI

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.23 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Kenaikan Gaji Kepala Daerah dan Evaluasi Kinerja Berbasis KPI
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Wacana mengenai penyesuaian hak keuangan atau gaji bagi para kepala daerah di Indonesia kembali menjadi sorotan utama. Pemerintah pusat saat ini tengah membuka peluang untuk merevisi aturan lama yang mengatur tentang hak keuangan kepala daerah beserta wakil kepala daerah. Langkah strategis ini diambil setelah adanya masukan dari berbagai asosiasi pemerintah daerah yang menginginkan adanya penyesuaian penghasilan. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat lebih relevan dengan beban kerja saat ini, mengingat regulasi yang menjadi payung hukum dasar belum mengalami pembaruan selama puluhan tahun.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, turut memberikan pandangannya terkait usulan kenaikan gaji bagi para pemimpin daerah tersebut. Saat ditemui di Kantor Pemprov Sumut pada Jumat (31/7), Bobby menyatakan dukungannya terhadap rencana penyesuaian hak keuangan itu. Namun, ia memberikan syarat yang tegas bahwa kenaikan gaji kepala daerah

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
harus dibarengi dengan peningkatan kinerja yang nyata. Ia menekankan bahwa penambahan penghasilan ini tidak boleh diberikan secara cuma-cuma tanpa ada tolok ukur kontribusi yang jelas dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah masing-masing.

Untuk memastikan adanya asas keadilan dan profesionalisme, Bobby mengusulkan penerapan Key Performance Indicator atau KPI sebagai dasar evaluasi utama. Dengan adanya KPI, penilaian terhadap kelayakan penyesuaian pendapatan setiap kepala daerah dapat dilakukan secara objektif dan terukur. Sebagai contoh, aktivitas kepala daerah di lapangan dapat menjadi salah satu indikator penilaian yang membedakan besaran tunjangan. Bobby berpendapat bahwa kepala daerah yang aktif turun langsung menemui masyarakat di lapangan seharusnya mendapatkan tunjangan yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukan aktivitas luar ruang tersebut. Menurutnya, apabila kinerja seorang pemimpin daerah tidak maksimal, maka ia tidak perlu mendapatkan kenaikan penghasilan.

Baca Juga

Antusiasme Publik dan Peluang Ekonomi dalam Acara Islamic Travel Connect

Antusiasme Publik dan Peluang Ekonomi dalam Acara Islamic Travel Connect

Meskipun secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap syarat kinerja yang baik, Bobby menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak pernah mengusulkan kenaikan gaji kepala daerah. Usulan mengenai penyesuaian gaji tersebut sebenarnya bukanlah isu baru. Berbagai asosiasi pemerintah daerah telah lama menyampaikannya kepada pemerintah pusat. Bobby mengaku bahwa dirinya hanya akan mengikuti keputusan yang dihasilkan oleh organisasi atau asosiasi yang menaungi para kepala daerah, mengingat permintaan serupa juga pernah disuarakan ketika ia berada di asosiasi wali kota maupun oleh asosiasi gubernur.

Rencana perubahan kebijakan penghasilan ini berakar pada wacana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 yang mengatur tentang Hak Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa terdapat peluang besar untuk merombak regulasi tersebut. Pertimbangan utama perlunya revisi ini adalah usia aturan yang dinilai sudah sangat lama. Tito menyebutkan bahwa peraturan yang mengatur hak keuangan kepala daerah tersebut sudah berusia 26 tahun, sehingga kondisi pada tahun 2000 dibandingkan dengan tahun 2026 dinilai sudah jauh berbeda dan memerlukan penyesuaian.

Baca Juga

Cara Memproduksi Konten Berita Digital yang Akurat Berdasarkan Kasus Kematian Taruna Akpol Semarang

Cara Memproduksi Konten Berita Digital yang Akurat Berdasarkan Kasus Kematian Taruna Akpol Semarang

Dorongan untuk melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 ini semakin menguat menyusul adanya masukan langsung dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia atau Apkasi. Apkasi berharap agar gaji kepala daerah dapat segera disesuaikan. Di dalam aturan yang berlaku saat ini, salah satu komponen yang diatur adalah Biaya Penunjang Operasional atau BPO. Besaran komponen operasional ini dikaitkan langsung dengan nilai Pendapatan Asli Daerah atau PAD dari masing-masing wilayah. Tito Karnavian menegaskan bahwa penyesuaian hak keuangan tidak bisa diberikan begitu saja, melainkan besarannya harus tetap dikaitkan dengan capaian kinerja dari daerah yang bersangkutan.

Sebagai tindak lanjut nyata dari aspirasi berbagai asosiasi daerah tersebut, pemerintah pusat berencana untuk membentuk tim khusus guna mengkaji secara mendalam rencana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000. Tim ini nantinya akan dibentuk di tingkat pemerintah dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait. Tito Karnavian memastikan bahwa pembahasan revisi aturan hak keuangan ini akan melibatkan Menteri Keuangan serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. Kajian lintas kementerian ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan kebijakan keuangan daerah yang seimbang antara peningkatan hak keuangan pejabat dan tuntutan profesionalisme yang berorientasi pada kinerja.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gaji Kepala DaerahTito KarnavianAPKASIBobby NasutionPP 109/2000Kinerja Kepala Daerah

Berita Terbaru Lainnya

Pentingnya Sinergi Pemimpin dan Pelaku Usaha untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi DaerahPenjelasan BGN Mengenai Pembatalan Mutasi Pegawai yang Ditegur Saat Rapat VirtualStrategi dan Cara Mengelola Aksesibilitas Pusat Perbelanjaan untuk Menertibkan Alur PengunjungProyeksi Pertumbuhan Pasar Otomotif Nasional dan Perkembangan Daya Beli MasyarakatCara Aman Menjadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Terjebak Modus Yayasan TitipanPolemik Ekspor Mineral dan Dampak Regulasi Logam Tanah Jarang bagi IndustriAnalisis Kinerja Keuangan Emiten Tembakau Melalui Studi Kasus Sampoerna Semester I 2026Cara Menganalisis Kesehatan Keuangan Bank Saat Laba dan Ekuitas Bergerak Berlawanan

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  3. 3Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  4. 4Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  5. 5Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap