Warga di wilayah Bandung dan sekitarnya dikejutkan oleh fenomena suara misterius berupa dentuman berulang. Suara tersebut terdengar mulai dari Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari, bahkan dilaporkan membuat kaca jendela serta pintu rumah warga ikut bergetar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari detikJabar pada Sabtu (5/9), warga mendengar rentetan suara misterius tersebut dalam rentang waktu sekitar pukul 23.30 hingga 02.00 WIB. Sejumlah warganet melaporkan bahwa suara dentuman ini tidak hanya terdengar di satu titik, melainkan tersebar luas di berbagai daerah.
Sebaran Wilayah dan Kesaksian Warga
Laporan mengenai suara dentuman ini mencakup wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, hingga Cianjur. Luasnya area yang mendengar dentuman tersebut memicu kehebohan di media sosial saat warga saling mencocokkan apa yang mereka dengar dan rasakan pada malam hari.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Sejumlah warga turut menceritakan pengalaman mereka secara rinci. Salah seorang warga yang tinggal di kawasan Bandung Timur mengungkapkan bahwa dirinya terbangun sekitar pukul 01.00 WIB akibat suara tersebut. Suara dentuman itu dibarengi dengan getaran pada kaca kamar mandi rumahnya yang membuatnya waswas hingga tidak bisa tidur kembali. Sementara itu, warganet lain yang bermukim di Padalarang melaporkan merasakan dan mendengar dentuman tersebut sejak pukul 24.00 hingga 02.00 WIB.
Spekulasi Penyebab dan Tanggapan BMKG
Fenomena yang terjadi di tengah malam tersebut memicu beragam dugaan di kalangan masyarakat dan warganet. Sebagian warganet menduga bahwa suara dentuman tersebut bersumber dari aktivitas latihan militer. Di sisi lain, beberapa warganet mengaitkan suara misterius tersebut dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Kendati demikian, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai penyebab maupun asal suara yang menggetarkan pintu dan jendela warga tersebut. Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena dentuman yang melanda wilayah Bandung dan sekitarnya tersebut.






