Sosok di balik penangkapan kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat terbang senilai US$800.000 atau sekitar Rp14 miliar adalah Namal Rajapaksa, putra dari mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa.
Namal resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif selama lebih dari lima jam oleh Komisi Penyelidikan Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC) Sri Lanka. Pengadilan tinggi setempat memerintahkan politikus berusia 40 tahun tersebut untuk menjalani penahanan di Penjara Remand Colombo setidaknya hingga 18 September. Otoritas penjara memberlakukan pengamanan ketat di sekitar selnya, meski Namal tetap diizinkan menerima tiga tamu per hari dan memperoleh kiriman makanan dari rumah.
Kasus yang menjerat Namal berkaitan langsung dengan proyek pembelian armada pesawat untuk maskapai nasional SriLankan Airlines dari produsen asal Eropa, Airbus, pada 2013 saat ayahnya masih memegang tampuk kekuasaan. Proses pengusutan kembali dipercepat setelah delegasi resmi Airbus mendatangi Kolombo pada Agustus lalu untuk membantu jalannya penyelidikan. Pada 2020 lalu, pihak Airbus sendiri telah menyepakati pembayaran denda sebesar US$4 miliar kepada otoritas Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan skandal penyuapan global.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Bantahan dan Tudingan Motif Politik
Namal secara konsisten membantah keterlibatannya maupun segala bentuk pelanggaran hukum dalam transaksi pengadaan pesawat tersebut. Sebagai tokoh utama partai oposisi Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP), penangkapannya memicu reaksi keras dari kubu pendukung.
Pihak SLPP menuding langkah penegak hukum sarat akan kepentingan politik. Mereka menilai penahanan ini sengaja dilakukan untuk meredam dan menggagalkan rencana aksi demonstrasi besar menentang pemerintah yang dijadwalkan berlangsung di Anuradhapura pada Sabtu, 12 September.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Penetapan status hukum ini bukan kali pertama dihadapi Namal Rajapaksa. Pada 2016, ia sempat ditangkap atas dugaan pencucian uang dalam proyek sewa lahan negara senilai US$650 juta di pusat kota Colombo. Namal juga pernah dikaitkan dengan kontroversi kematian pemain rugbi Sri Lanka, Wasim Thajudeen. Selain Namal, anggota keluarga dinasti politik tersebut, yakni sang sepupu Shashindra Rajapaksa, sempat ditahan awal tahun ini sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan.






