Pertumbuhan penghimpunan dana oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia mencatatkan kinerja positif. Produk tabungan bersama BPD se-Indonesia, Tabungan Simpeda, berhasil membukukan total saldo sebesar Rp 74,86 triliun per Juni 2026. Capaian saldo puluhan triliun rupiah ini menunjukkan kuatnya peran perbankan daerah dalam menghimpun dana simpanan dari masyarakat.
Capaian penghimpunan dana Tabungan Simpeda tersebut turut menjadi sorotan dalam rangkaian acara Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII. Acara penarikan undian nasional tersebut diselenggarakan di Bengkulu pada Jumat, 21 Agustus 2026, dan disambut antusias dengan kehadiran sekitar 30 ribu masyarakat yang memadati rangkaian agenda tersebut.
Bagaimana Capaian Saldo Tabungan Simpeda dan Respons Asbanda?
Tabungan Simpeda terus memperkuat posisinya sebagai produk simpanan unggulan milik perbankan daerah. Posisi saldo yang menembus Rp 74,86 triliun per Juni 2026 menjadi bukti nyata kepercayaan para nasabah di berbagai wilayah terhadap layanan perbankan daerah.
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menyampaikan keterangannya pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu. Agus H. Widodo menegaskan bahwa pencapaian Tabungan Simpeda bukan sekadar mencerminkan besarnya volume dana yang berhasil dikumpulkan oleh BPD, melainkan juga cerminan peran intermediasi dan tata kelola perbankan daerah.
Gubernur BI Destry Damayanti Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala DKMP

Apa Kekuatan Simpeda sebagai Produk Bersama 27 BPD?
Salah satu pilar kekuatan utama Tabungan Simpeda adalah keberadaannya sebagai produk tabungan bersama milik 27 BPD di seluruh penjuru Indonesia. Melalui integrasi produk ini, BPD se-Indonesia dapat menghadirkan instrumen simpanan bersama yang kuat dan terhubung di berbagai daerah.
Kolaborasi 27 BPD ini memperkuat posisi bank daerah dalam melayani nasabah secara luas di Indonesia. Produk bersama ini sekaligus menyatukan ekosistem perbankan daerah sehingga dapat menghimpun dana masyarakat secara efektif di setiap wilayah operasional masing-masing BPD.
Bagaimana Asbanda Mendorong Transformasi Digital Tabungan Simpeda?
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan modern, Asbanda aktif mendorong seluruh BPD meningkatkan pengalaman digital pada produk Tabungan Simpeda. Langkah ini diarahkan agar Simpeda dapat bertransformasi menjadi tabungan digital yang semakin dekat dengan aktivitas harian nasabah.
Asbanda mendorong BPD untuk memperluas pemanfaatan Tabungan Simpeda ke berbagai kanal dan fitur digital, antara lain:
Dunia Masuk Era 'Higher for Longer', Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

- Layanan transfer dana antar-rekening maupun antar-bank.
- Berbagai transaksi pembayaran kebutuhan harian.
- Pembayaran belanja nasabah.
- Transaksi pembayaran di berbagai merchant.
- Akses terhadap aneka layanan finansial lainnya.
Transformasi dan perluasan fitur transaksi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam menggunakan Tabungan Simpeda untuk berbagai aktivitas pembayaran sehari-hari secara fleksibel.
Bagaimana Dana Simpeda Disalurkan untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah?
Dana simpanan masyarakat yang terhimpun di Tabungan Simpeda memiliki fungsi strategis dalam mendorong aktivitas perekonomian di daerah. Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut dikelola secara prudent atau penuh kehati-hatian oleh BPD.
Setelah dihimpun dan dikelola secara prudent, dana tersebut diintermediasikan kembali oleh BPD menjadi pembiayaan. Penyaluran pembiayaan ini ditujukan kepada masyarakat, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dunia usaha. Melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif tersebut, dana Tabungan Simpeda secara langsung difungsikan untuk menggerakkan dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah di seluruh Indonesia.






