tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital

Sinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan

Lidya RumbayanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 12.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan
Foto/Ilustrasi: BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Mustahik.
A-A+

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) resmi memperkuat sinergi mereka. Langkah strategis ini diambil untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Fokus utama dari kolaborasi kedua lembaga ini adalah memberikan perlindungan yang memadai bagi para pekerja rentan. Pekerja rentan sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam mendapatkan akses perlindungan yang layak saat menjalankan aktivitas pekerjaan mereka. Melalui kerja sama yang erat antara BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS RI, diharapkan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan dapat semakin terbuka lebar bagi kelompok pekerja yang paling membutuhkan perlindungan tersebut. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan rasa aman bagi para pekerja rentan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Dalam upaya memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, program ini memanfaatkan sumber pendanaan yang inovatif. Pendanaan program perlindungan tersebut direalisasikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah atau yang lebih dikenal dengan sebutan ZIS. Pemanfaatan dana ZIS ini menjadi instrumen penting yang memungkinkan para pekerja rentan mendapatkan perlindungan tanpa hambatan finansial. Sinergi pendanaan melalui dana ZIS ini menunjukkan bagaimana instrumen keuangan sosial keagamaan dapat diintegrasikan dengan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, alokasi dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada upaya perlindungan sosial yang memiliki dampak jangka panjang bagi kesejahteraan pekerja rentan.

Penerima manfaat utama dari perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini adalah para pekerja mustahik. Pekerja mustahik merupakan kelompok yang sangat membutuhkan perhatian khusus dalam hal jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah, para pekerja mustahik kini dapat merasakan kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan dalam aktivitas pekerjaan mereka sehari-hari. Perlindungan bagi pekerja mustahik ini menjadi prioritas dalam sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS RI. Kolaborasi ini memastikan bahwa pekerja mustahik tidak lagi tertinggal dalam mendapatkan hak perlindungan sosial. Kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja mustahik ini merupakan langkah nyata dalam memberikan perlindungan yang inklusif dan menyeluruh bagi kelompok rentan.

Baca Juga

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan Melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan Melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026

Program kolaborasi yang diusung oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS RI ini tidak dirancang sekadar sebagai inisiatif jangka pendek. Sebaliknya, program ini diharapkan dapat menjadi sebuah model perlindungan sosial yang berkelanjutan. Sebagai sebuah model perlindungan sosial yang berkelanjutan, inisiatif ini menitikberatkan pada kesinambungan manfaat perlindungan bagi para pekerja rentan di masa depan. Konsep keberlanjutan ini sangat penting untuk memastikan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat terus berjalan dan beradaptasi dengan kebutuhan pekerja mustahik. Dengan menjadikan program ini sebagai model perlindungan sosial yang berkelanjutan, BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS RI meletakkan dasar yang kuat bagi pengembangan skema perlindungan serupa. Keberlanjutan program ini menjadi kunci utama dalam menjaga efektivitas pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain menciptakan model perlindungan yang berkelanjutan, sinergi ini juga memiliki tujuan yang sangat krusial bagi kehidupan keluarga pekerja. Program jaminan sosial ketenagakerjaan ini diharapkan dapat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja mustahik. Ketahanan ekonomi keluarga pekerja mustahik sering kali berada dalam posisi yang rentan ketika menghadapi risiko yang berkaitan dengan pekerjaan. Dengan adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang didanai dari dana zakat, infak, dan sedekah, keluarga pekerja mustahik memiliki fondasi ekonomi yang lebih stabil. Upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja mustahik ini sejalan dengan tujuan utama dari perlindungan sosial itu sendiri. Pada akhirnya, ketahanan ekonomi keluarga pekerja mustahik yang semakin kuat akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sosial secara keseluruhan.

Baca Juga

Pentingnya Legalitas dalam Promosi Properti Digital, Studi Kasus Lahan Kintamani

Pentingnya Legalitas dalam Promosi Properti Digital, Studi Kasus Lahan Kintamani

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS RI dalam menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mustahik merupakan langkah progresif dalam ekosistem perlindungan sosial. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah, perluasan perlindungan bagi pekerja rentan dapat direalisasikan secara nyata dan terukur. Harapan agar program ini menjadi model perlindungan sosial yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja mustahik menunjukkan visi jangka panjang dari kedua lembaga. Kolaborasi strategis ini membuktikan bahwa integrasi antara jaminan sosial ketenagakerjaan dan pengelolaan dana ZIS mampu memberikan dampak positif yang signifikan. Ke depan, sinergi ini diharapkan terus berjalan optimal demi memastikan setiap pekerja rentan dan keluarga pekerja mustahik mendapatkan perlindungan sosial yang layak dan berkesinambungan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Baznas RIBPJS KetenagakerjaanJaminan SosialPekerja RentanZIS

Berita Terbaru Lainnya

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan Melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026Peran Kopra sebagai Sumber Penghasilan Petani Pulau MetiCara Memantau Proses Delisting Saham Perusahaan, Panduan Kasus CNTXDampak Era Suku Bunga Tinggi dan Ketidakpastian Ekonomi Global terhadap Stabilitas RupiahDuduk Perkara Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus dan Polemik Temuan Emas 74 KilogramMemaksimalkan Peluang Ekonomi Digital Saat Safari Politik Jokowi ke Nusa Tenggara TimurPentingnya Legalitas dalam Promosi Properti Digital, Studi Kasus Lahan KintamaniKronologi Penemuan Korban dan Penangkapan Pelaku Kasus Pembunuhan di Grogol Petamburan

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan Melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026

Ekonomi & Pembangunan

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Keilmuan Melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap