Pertemuan penting berlangsung di Ruang VIP Lantai 4 Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, bersama dengan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, secara resmi menerima audiensi dari jajaran pengurus Perempuan Indonesia Maju (PIM) Bogor Raya. Delegasi ini dipimpin secara langsung oleh Ketua PIM Bogor Raya, Siti Nurlaela. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk membahas langkah-langkah kolaboratif, di mana DPRD Kota Bogor secara terbuka mengajak PIM Bogor Raya untuk bersinergi secara aktif dalam mengatasi masalah stunting serta memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kota Bogor.
Organisasi Perempuan Indonesia Maju atau PIM sendiri dikenal sebagai sebuah wadah yang bersifat sangat inklusif bagi kaum perempuan. Organisasi ini merangkul perempuan dari berbagai macam latar belakang profesi tanpa membeda-bedakan. Di dalam kepengurusan maupun keanggotaannya, PIM Bogor Raya diisi oleh para perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha, guru, notaris, hingga para ibu rumah tangga. Keberagaman latar belakang profesi ini menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki potensi besar dan pemahaman yang luas mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat, sehingga mampu bergerak bersama untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor.
Nasabah PNM Mekaar Sulap Sampah Pasar Jadi Kerajinan Beromzet Jutaan

Dalam pertemuan tersebut, Siti Nurlaela selaku Ketua PIM Bogor Raya memaparkan berbagai program kerja yang telah dirancang oleh organisasinya. Program-program kerja ini disiapkan secara khusus untuk mendukung kinerja pemerintah daerah. Di antara program utama yang siap dijalankan dan disinergikan adalah program penanganan stunting yang saat ini menjadi perhatian serius. Selain penanganan stunting, PIM Bogor Raya juga memiliki program kerja berupa penyelenggaraan bazar pangan murah serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program-program ini, PIM Bogor Raya berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi DPRD Kota Bogor dan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, PIM Bogor Raya juga memaparkan bahwa mereka memiliki beberapa bidang fokus kerja yang siap untuk disinergikan dengan program kerja DPRD Kota Bogor. Bidang-bidang fokus kerja tersebut meliputi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pilar ekonomi masyarakat, serta sektor ekonomi kreatif. Tidak hanya itu, PIM Bogor Raya juga menaruh perhatian besar pada bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan hidup. Sinergi pada berbagai bidang ini diharapkan dapat memberikan dampak yang komprehensif bagi kemajuan warga Kota Bogor, baik dari aspek kesejahteraan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga keberlanjutan lingkungan sekitar.
Ye Live in Jakarta Diproyeksi Tarik 15 Ribu Wisman, Hotel dan Kuliner Berpotensi Bergeliat

Di samping membahas kolaborasi program sosial dan ekonomi bersama PIM Bogor Raya, DPRD Kota Bogor juga terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Salah satu proyek pembangunan penting yang saat ini sedang dikawal oleh DPRD Kota Bogor adalah pembangunan trase baru Batutulis. Proyek pembangunan infrastruktur transportasi ini ditargetkan untuk dapat diselesaikan sepenuhnya pada bulan Oktober 2026. Dengan selesainya pembangunan trase baru Batutulis tepat waktu, diharapkan mobilitas masyarakat dan aksesibilitas di Kota Bogor akan semakin meningkat, yang pada akhirnya turut mendukung kelancaran berbagai program pemberdayaan ekonomi seperti yang tengah disinergikan bersama Perempuan Indonesia Maju.






