Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan pembekalan secara langsung kepada para peserta Calon Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (PCKO) Angkatan III Tahun 2026. Acara pembekalan ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan kunjungan kelembagaan atau Institutional Visit yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Rabu (12/8). Sebanyak 45 peserta PCKO Angkatan III Tahun 2026 mengikuti kegiatan pembekalan tersebut secara seksama. Rombongan peserta ini terdiri atas 33 orang laki-laki dan 12 orang perempuan yang berasal dari lingkungan kantor pusat maupun kantor OJK di daerah.
Dalam pembekalan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang peran yang sangat penting dalam memacu dan mempercepat pembangunan ekonomi serta keuangan di daerah. Peran vital OJK tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, antara lain mendorong peningkatan investasi, memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, serta memperkuat pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Pramono, keberadaan OJK memiliki kontribusi besar dalam mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
Terkait dengan penunjukkan lokasi kegiatan, Kepala OJK Institute, Kristianto Puji Rahayu, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik digelarnya Institutional Visit di Jakarta. Kristianto Puji Rahayu menyampaikan bahwa DKI Jakarta dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki banyak sekali program yang dapat menjadi acuan atau contoh untuk pengembangan ekonomi daerah serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Hal ini menunjukkan bahwa berbagai program strategis yang telah dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta dinilai mampu menjadi sarana rujukan yang relevan bagi calon-calon pemimpin OJK dari berbagai daerah.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Sebagai calon pemimpin lembaga keuangan di daerah, Pramono Anung memberikan pesan dan imbauan khusus kepada para calon kepala kantor OJK tersebut. Pramono menyampaikan agar dalam mengambil dan memutuskan kebijakan di masa mendatang, para Calon Kepala Kantor OJK dapat menyelaraskan langkah sehingga searah dengan prioritas pembangunan di DKI Jakarta. Penyelarasan arah kebijakan ini dipandang sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi dan keuangan daerah. Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, turut memberikan penjelasan berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan pembekalan dan kunjungan kelembagaan ini.
Dalam rangkaian pemaparannya, Gubernur DKI Jakarta turut menyampaikan materi tata kelola pemerintahan daerah secara komprehensif kepada peserta. Pemaparan Gubernur mencakup seluruh lini tata kelola, mulai dari tahap perencanaan pembangunan daerah, penguatan ekosistem keuangan daerah, hingga pelaksanaan transformasi digital pada layanan publik yang efektif dan berkelanjutan. Penjelasan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana tata kelola pemerintahan daerah dapat diintegrasikan dengan penguatan sektor keuangan demi tercapainya pelayanan publik yang efisien.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pramono Anung juga menegaskan harapannya agar kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan OJK dapat terus ditingkatkan dan diperkuat secara berkelanjutan. Gubernur menekankan beberapa area fokus dalam kerja sama ini, di antaranya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat, memperluas akses pembiayaan khusus bagi UMKM, mendorong akselerasi transformasi digital, serta memperkuat perlindungan konsumen jasa keuangan. Sinergi yang erat antara Pemprov DKI Jakarta dan OJK diharapkan dapat mengoptimalkan pembangunan ekonomi dan menciptakan ekosistem keuangan daerah yang semakin tangguh.






