tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Investasi & Keuangan

Strategi Investasi di Era Multipolar Berdasarkan DBS Insights Forum 2026

Sri NugrohoDiterbitkan 30 Jul 2026 - 18.14 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Investasi di Era Multipolar Berdasarkan DBS Insights Forum 2026
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Bank DBS Indonesia menggelar acara DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World untuk merespons ketidakpastian ekonomi global. Forum ini mempertemukan para pakar di bidang geopolitik, hubungan internasional, serta investasi guna membahas prospek ekonomi Indonesia. Dari sisi stabilitas dalam negeri, Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyebutkan bahwa lembaga pemeringkat S&P tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada posisi BBB.

Di pasar keuangan global, era pendanaan murah kemungkinan besar telah berakhir. Head of Equity PT BNP Paribas Asset Management, Laurentia Amica Darmawan, menjelaskan bahwa indikasi ini terlihat dari kenaikan imbal hasil obligasi di Jepang dan negara-negara G7, yang menjadi sinyal bahwa biaya pendanaan akan tetap tinggi. Merespons kondisi tersebut, Head of Investment & Insurance Products PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, memaparkan bahwa strategi investasi Bank DBS Indonesia tidak hanya berfokus pada sektor teknologi, tetapi juga mencakup instrumen yang diuntungkan oleh suku bunga tinggi seperti obligasi.

Baca Juga

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Tren makroekonomi lain yang sangat krusial adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang mampu mengubah lanskap berbagai industri, mulai dari manufaktur, robotika, hingga perbankan. Di sektor perbankan, teknologi AI banyak dimanfaatkan untuk membantu proses verifikasi dan penilaian (assessment) nasabah. Kebutuhan investasi untuk pengembangan AI pada tahun 2026 diperkirakan mencapai US$ 700 miliar hingga US$ 800 miliar, yang diproyeksikan akan banyak ditopang oleh penerbitan obligasi.

Untuk kawasan Asia, terdapat empat tema utama yang akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Chief Economist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan, menjabarkan keempat tema tersebut meliputi teknologi dan AI, energi, pertumbuhan ekonomi domestik, serta diversifikasi basis manufaktur. Terkait AI, Korea Selatan dan Taiwan dinilai sebagai penerima manfaat terbesar melalui industri semikonduktor dan memori. Di sektor lainnya, Tiongkok memimpin dalam pengembangan energi terbarukan dan baterai, sedangkan Korea Selatan unggul di bidang teknologi kelistrikan. Sementara itu, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai produsen mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Di tengah dinamika ekonomi yang berkembang, Bank DBS Indonesia terus beroperasi dengan dukungan jajaran eksekutif, termasuk Direktur Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom. Kinerja institusi ini turut diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, seperti Indonesia's Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia, Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance, serta predikat Best Wealth Manager Highly Commended dari The Asset.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiEkonomi GlobalDBS Insights ForumObligasiArtificial IntelligenceMineral Kritis

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap