Bank DBS Indonesia menggelar acara DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World untuk merespons ketidakpastian ekonomi global. Forum ini mempertemukan para pakar di bidang geopolitik, hubungan internasional, serta investasi guna membahas prospek ekonomi Indonesia. Dari sisi stabilitas dalam negeri, Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyebutkan bahwa lembaga pemeringkat S&P tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada posisi BBB.
Di pasar keuangan global, era pendanaan murah kemungkinan besar telah berakhir. Head of Equity PT BNP Paribas Asset Management, Laurentia Amica Darmawan, menjelaskan bahwa indikasi ini terlihat dari kenaikan imbal hasil obligasi di Jepang dan negara-negara G7, yang menjadi sinyal bahwa biaya pendanaan akan tetap tinggi. Merespons kondisi tersebut, Head of Investment & Insurance Products PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, memaparkan bahwa strategi investasi Bank DBS Indonesia tidak hanya berfokus pada sektor teknologi, tetapi juga mencakup instrumen yang diuntungkan oleh suku bunga tinggi seperti obligasi.








