Pembangunan infrastruktur fisik dan jalan raya di kawasan terpencil seperti Papua Pegunungan memberikan dampak positif bagi perekonomian, namun sekaligus menghadirkan tantangan keselamatan kerja yang luar biasa bagi para pelaku usaha di sektor konstruksi. Peristiwa tragis yang baru-baru ini menimpa pekerja proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan pengembang. Pada Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIT, terjadi penyerangan oleh kelompok bersenjata yang berujung pada hilangnya nyawa. Insiden yang dikonfirmasi dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Botak Wanimbo dan kelompok Teranus Enumbi ini menewaskan empat orang. Korban meninggal dunia terdiri dari Arman Sibarani, Erlin Aritonang, dan Alfonds yang berstatus sebagai pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ), serta satu orang warga setempat bernama Barengga yang merupakan Orang Asli Papua (OAP). Menghadapi potensi ancaman semacam ini, perusahaan konstruksi dituntut untuk menerapkan langkah








