tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Pemerintah dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Sri NugrohoDiterbitkan 18 Agu 2026 - 17.00 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Pemerintah dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen kuat untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. Bagi pemerintah, ketahanan energi bukan sekadar program teknis, melainkan salah satu pilar penting yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional secara menyeluruh serta mendukung keberlanjutan pembangunan di masa depan. Upaya ini dilakukan secara terarah agar Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kokoh dan mandiri. Keberhasilan dalam menjaga stabilitas ini sangat bergantung pada bagaimana negara mengelola sumber daya energinya demi kepentingan seluruh masyarakat.

Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, kinerja ketahanan energi Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Pada tahun 2025, Indeks Ketahanan Energi nasional berhasil tercatat mencapai angka 7,13. Angka pencapaian ini tidak hanya menunjukkan tren yang baik, tetapi juga berhasil melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 6,77. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pencapaian pada tahun 2025 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari baseline atau posisi awal pada tahun 2023 yang berada di angka 6,64. Pemerintah pun mengarahkan agar indeks ini terus dijaga dan ditingkatkan dengan target mencapai 8,36 pada tahun 2029.

Untuk mengukur keberhasilan tersebut, evaluasi terhadap ketahanan energi di Indonesia dinilai melalui empat dimensi utama yang saling berkaitan. Dimensi pertama adalah ketersediaan (availability), yang memastikan pasokan energi selalu ada saat dibutuhkan. Dimensi kedua adalah keterjangkauan (affordability), yang menjamin bahwa harga energi tetap berada dalam jangkauan daya beli masyarakat. Dimensi ketiga adalah aksesibilitas (accessibility), yang berfokus pada kemudahan masyarakat dalam menjangkau sumber energi tersebut. Terakhir, dimensi keempat adalah penerimaan (acceptability), yang berkaitan dengan bagaimana sumber energi tersebut dapat diterima secara sosial dan lingkungan oleh masyarakat luas.

Baca Juga

Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Meskipun mencatatkan hasil indeks yang positif, Indonesia masih harus menghadapi sejumlah tantangan besar dalam menjaga ketahanan energinya. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi meliputi kegiatan lifting minyak dan gas bumi yang dinilai masih belum optimal. Selain itu, sektor energi nasional juga masih didominasi oleh penggunaan energi fosil, serta adanya ketergantungan yang cukup tinggi pada impor untuk sejumlah komoditas energi tertentu. Tantangan lainnya adalah belum meratanya akses energi di berbagai wilayah Indonesia, serta proses transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan yang hingga kini dirasa masih belum berjalan secara maksimal.

Guna mengatasi tantangan tersebut, pemerintah menetapkan target peningkatan porsi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di dalam bauran energi primer nasional. Pemerintah menargetkan porsi EBT ini dapat meningkat secara bertahap dari angka 13,3 persen pada tahun 2023 menuju target sebesar 23 persen pada tahun 2029 mendatang. Di tengah upaya transisi menuju target emisi nol bersih ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan aspek keterjangkauan harga dan keamanan pasokan energi bagi masyarakat. Aspek-aspek krusial tersebut dipastikan tidak akan dikorbankan demi kelancaran proses transisi energi yang sedang berjalan.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Sebagai bentuk langkah konkret untuk merealisasikan target-target tersebut, pada tahun 2027 pemerintah akan memberikan berbagai bentuk dukungan fiskal yang kuat untuk menopang ketahanan energi nasional. Dukungan fiskal yang disiapkan ini mencakup pemberian insentif perpajakan yang terkait langsung dengan ketahanan energi, penyediaan dan pembangunan infrastruktur energi yang memadai, serta pengembangan energi baru terbarukan secara lebih intensif. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menyalurkan subsidi energi dan kompensasi guna memastikan bahwa stabilitas harga dan pasokan energi tetap terjaga dengan baik bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoKetahanan EnergiEnergi TerbarukanKebijakan Fiskal

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap