tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Hijau

Strategi Sistem Koperasi Kakao Jembrana dalam Menstabilkan Harga dan Menembus Pasar Ekspor

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Sistem Koperasi Kakao Jembrana dalam Menstabilkan Harga dan Menembus Pasar Ekspor
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Kabupaten Jembrana di Bali kini menjadi sorotan utama dalam industri komoditas pertanian berkat keberhasilan sistem koperasi yang menaungi ratusan petani kakao. Di tengah dinamika pasar pertanian, sistem koperasi ini terbukti mampu menstabilkan harga panen sekaligus memberikan pendampingan komprehensif bagi para anggotanya. Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat perekonomian petani lokal, tetapi juga membuat komoditas kakao dari wilayah tersebut semakin berdaya saing. Pengorganisasian yang terstruktur menjadi fondasi penting bagi produk pertanian lokal untuk menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.

Saat ini, terdapat 750 petani kakao yang telah bergabung dan bernaung di bawah Koperasi Kerta Semaya Samaniya. Dalam menjalankan programnya, koperasi ini berkolaborasi secara erat dengan Yayasan Kalimajari untuk memberikan pembinaan yang menyeluruh. Direktur Kalimajari, Agung Widiastuti, bersama dengan Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya, I Ketut Wiadnyana, memastikan bahwa kunci keberhasilan produksi terletak pada pendampingan yang utuh. Pendampingan tersebut dilakukan sejak tahap awal, mulai dari pemilihan bibit, proses penanaman, perawatan rutin, hingga masa panen tiba. Bibit kakao yang ditanam selalu disesuaikan dengan kondisi tanah yang berbeda-beda di setiap lahan perkebunan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Untuk mendapatkan biji kakao berkualitas yang memenuhi standar internasional, para petani binaan secara konsisten menerapkan sistem pertanian organik. Pendekatan ini didukung oleh metode ilmiah dalam pemeliharaan lahan. Pihak pendamping secara rutin mengambil contoh tanah dari kebun petani untuk diuji di laboratorium. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui detail kandungan tanah secara akurat, sehingga mereka dapat menentukan perlakuan atau treatment yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing pohon kakao. Dengan perlakuan lahan yang spesifik, produktivitas dan kesehatan tanaman dapat dijaga secara optimal.

Baca Juga

Cara Menyesuaikan Tata Kelola Sampah dengan Sistem Baru Pemprov DKI Jakarta

Cara Menyesuaikan Tata Kelola Sampah dengan Sistem Baru Pemprov DKI Jakarta

Selain perawatan lahan, proses pascapanen juga dilakukan dengan pengawasan yang sangat ketat karena koperasi berorientasi pada pengolahan kakao fermentasi untuk pasar ekspor. Selama proses penyortiran, buah kakao yang tidak sehat atau yang terkontaminasi hama akan langsung dipisahkan dari buah yang sehat. Saat pengambilan biji, pengecekan ulang juga dilakukan demi memastikan hanya biji kakao yang benar-benar baik yang masuk ke tahap selanjutnya. Biji kakao yang telah dipilah dengan teliti tersebut kemudian dibawa ke lokasi khusus milik koperasi untuk menjalani proses fermentasi sebelum akhirnya dipasarkan ke berbagai negara.

Manfaat nyata dari stabilitas harga dan pendampingan ini dirasakan langsung oleh para petani, salah satunya adalah Ketut Sudomo. Sebagai seorang petani kakao di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, ia mengakui bahwa stabilitas harga dari koperasi merupakan dasar penting untuk merencanakan penanaman dan perawatan pohon kakao. Hal tersebut ia sampaikan pada hari Kamis saat menerima kunjungan dari pihak terkait. Melalui bimbingan dari Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari, ia tidak hanya melihat peningkatan pada kualitas biji kakao, tetapi juga pada volume panennya. Dengan mengelola lahan seluas tiga hektare, Ketut Sudomo kini mampu menghasilkan lebih dari 1 ton biji kakao kering setiap tahunnya. Pada tahun 2024 dan tahun 2025, saat harga komoditas sedang berada pada posisi yang baik, hasil panen yang besar dipadukan dengan harga stabil dari koperasi otomatis memberikan penghasilan yang signifikan bagi perekonomian keluarganya.

Baca Juga

Optimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik Rafinasi

Optimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik Rafinasi

Berkat proses yang konsisten dari hulu hingga hilir, kakao fermentasi asal Jembrana kini diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Reputasi unggul ini dibuktikan dengan keberhasilan koperasi yang sudah berkali-kali mengekspor komoditas pertanian tersebut ke pasar internasional. Terobosan yang dilakukan oleh Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari ini pun berhasil menarik perhatian dunia global. Salah satu bentuk pengakuan tersebut datang melalui dukungan program Accelerating Consumer Transformation (ACT) and Sustainability in Indonesia yang didukung oleh Uni Eropa. Dukungan internasional ini semakin memperkuat posisi kakao Jembrana dalam rantai pasok global sekaligus mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Balikoperasikakao jembranaekspor kakaopertanian organik

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Hasil Sidang Sosek Malindo ke-39 dalam Penguatan Ekonomi dan Perbatasan RI-MalaysiaPrabowo Resmikan KPR Subsidi Rp 880 Miliar dan Imbau Kepala Daerah Tidak Mobilisasi Warga5 Kantor Pemkab Gowa Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Seragam Rp16 MiliarCara Menyesuaikan Tata Kelola Sampah dengan Sistem Baru Pemprov DKI JakartaPanduan Regulasi Disiplin PPPK, Studi Kasus Penanganan Hukum Pegawai di BulelengSistem Pembayaran Contactless EMV MRT JakartaOptimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik RafinasiStrategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Prabowo Resmikan KPR Subsidi Rp 880 Miliar dan Imbau Kepala Daerah Tidak Mobilisasi Warga

Ekonomi & Keuangan

Prabowo Resmikan KPR Subsidi Rp 880 Miliar dan Imbau Kepala Daerah Tidak Mobilisasi Warga

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap