Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2026 kembali diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program beasiswa ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 sebagai bagian dari upaya Kemenag untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan. Sejak awal penyelenggaraannya, program BIB membuka kesempatan pendanaan bagi jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3), baik untuk tujuan perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri.
Antusiasme pendaftar pada seleksi BIB tahun 2026 tercatat sangat tinggi dengan total 12.696 orang pelamar dari berbagai jenjang pendidikan. Dari seluruh berkas yang masuk, sebanyak 8.000 peserta berhasil dinyatakan lulus seleksi administrasi. Pengumuman hasil seleksi administrasi telah dirilis pada 16 Juni, yang kemudian dilanjutkan dengan masa sanggah pada 17–18 Juni 2026. Kesempatan sanggah tersebut diberikan agar peserta dapat menyampaikan klarifikasi atas hasil verifikasi dokumen sebelum pengumuman pascasanggah diterbitkan pada 22 Juni 2026.
Bagi peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi, tahapan berikutnya adalah Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) atau yang dikenal sebagai Tes Bakat Skolastik (TBS). Ujian ini diselenggarakan secara Computer Based Test (CBT) dan diikuti langsung oleh peserta dari lokasi masing-masing. Untuk memastikan kelancaran tes, seluruh calon penerima beasiswa diwajibkan mempersiapkan perangkat berupa komputer jinjing atau komputer dan telepon pintar, serta memastikan aplikasi Ruang Ujian CBT telah terpasang dan siap digunakan.
Berkurikulum IB, SMA Unggulan Polri Berencana Terima Murid WNA

Kemenag juga menggelar tahapan simulasi teknis sebelum pelaksanaan ujian utama berlangsung. Pelaksanaan simulasi untuk program beasiswa S1 Santri dan S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dijadwalkan pada 26 Juni 2026. Sementara itu, simulasi untuk program Akselerasi S1 Lanjut S2 dan S2 Lanjut S3, program Double Degree S1 dan S2, program Pesantren S2 dan S3, serta Beasiswa Unggulan Keagamaan S1, S2, dan S3 dalam dan luar negeri dilaksanakan pada 27 Juni 2026.
Secara keseluruhan, program Beasiswa Indonesia Bangkit telah memberikan kontribusi nyata bagi penerima manfaat di berbagai sektor. Hingga Juni 2025, program ini telah dimanfaatkan oleh 39.371 penerima, yang terdiri atas 8.707 penerima program bergelar (degree) dan 30.654 penerima program non-gelar. Selain di dalam negeri, Kemenag tercatat telah dan sedang membiayai 424 awardee di luar negeri yang tersebar di 119 perguruan tinggi di 24 negara, termasuk universitas di Inggris dan Belanda.
Periksa Wakil Rektor-Dosen Unsoed, KPK Usut Proses Seleksi Mahasiswa

Sebagai bagian dari pengawasan mutu, Kemenag turut melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di Coventry University serta sejumlah kampus lain di Inggris dan Belanda. Coventry University merupakan salah satu tujuan studi dengan lebih dari 12.000 mahasiswa internasional dari 130 negara, dengan total 24 awardee Kemenag dan 7 orang di antaranya masih aktif studi. Para awardee di Coventry University dan University of Warwick sebagian besar merupakan penerima beasiswa lanjutan dari program 5.000 doktor yang pembiayaannya dialihkan ke skema BIB LPDP-Kemenag.






