Pemerintah tengah memetakan sejumlah aset tanah milik negara untuk dialihfungsikan menjadi kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini dirumuskan menyusul pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Presiden Prabowo Subianto guna merealisasikan konsep lingkungan "Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Strategi penyediaan hunian nasional tersebut dipecah ke dalam dua jalur eksekusi utama, yaitu pembangunan rumah baru dan program renovasi hunian yang sudah berdiri. Untuk pembangunan baru, skema subsidi disiapkan dalam bentuk rumah tapak maupun rumah susun. Salah satu proyek hunian vertikal saat ini tercatat telah mulai berjalan di kawasan Manggarai, Jakarta.
Pemetaan Lahan dan Skema Pendanaan
Dalam realisasi pemanfaatan tanah negara, beberapa kementerian dan lembaga telah menyiapkan aset lahan untuk dikembangkan. Danantara ditugaskan mengelola lahan seluas sekitar 30 hektare di Meikarta setelah proses hibahnya rampung.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Dukungan lahan strategis lainnya mencakup area milik Kementerian Hukum seluas sekitar 3 hektare di Tangerang, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menyediakan sekitar 40 hingga 45 hektare di wilayah Depok. Di samping lahan kementerian, pemerintah juga memproses aset milik PT Kereta Api Indonesia melalui pembahasan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pelaksanaan fisik dan pendanaan proyek hunian ini direncanakan fleksibel. Pemerintah membuka ruang pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), keterlibatan BUMN, maupun kemitraan swasta dengan regulasi pendukung yang sedang disusun.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Peningkatan Target Renovasi Rumah
Selain mengejar ketersediaan unit baru di atas tanah negara, jalur renovasi juga diperluas untuk memperbaiki kualitas hunian masyarakat secara langsung. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun ini ditargetkan menyasar sekitar 400.000 unit rumah, meningkat signifikan dari realisasi 45.000 rumah pada tahun sebelumnya.






