Pemerintah memasang target ambisius untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6 persen pada 2027. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa sejumlah strategi terintegrasi telah dirancang untuk memperkuat fondasi makroekonomi, melanjutkan tren ekspansi yang telah tercapai sebelumnya.
Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I tercatat sebesar 5,45 persen. Angka tersebut menjadi torehan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi unggul di antara negara-negara anggota G20.
Rincian Enam Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Untuk merealisasikan target pertumbuhan menuju 6 persen, Kemenko Perekonomian mengandalkan enam sektor pendorong utama:
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

- Hilirisasi dan Upstreaming: Akselerasi pengolahan komoditas mentah di dalam negeri yang kini telah mencatatkan 26 proyek peletakan batu pertama (groundbreaking).
- Swasembada Energi: Penguatan ketahanan energi nasional melalui realisasi mandatori B50 yang dijadwalkan berjalan mulai 1 Juli 2026.
- Ekosistem Bulion dan Bank Emas: Optimalisasi aset komoditas berharga melalui pengelolaan cadangan sekitar 179 ton emas dengan nilai taksiran mencapai Rp 360 triliun.
- Penguatan Devisa Hasil Ekspor (DHE): Pembenahan tata kelola devisa sumber daya alam melalui Danantara Sumberdaya Indonesia agar likuiditas valuta asing tetap terjaga di dalam negeri.
- Teknologi dan Digitalisasi: Pengembangan ekosistem semikonduktor, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan infrastruktur digital guna menggenjot daya saing industri masa depan.
- Kawasan Industri dan KEK: Pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus serta kawasan industri terpadu sebagai jangkar investasi dan pusat aktivitas ekonomi baru di berbagai wilayah.
Penguatan SDM, Pembiayaan Usaha, dan Sasaran Makro
Selain mengandalkan sektor industri, akselerasi ekonomi didukung peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program pemagangan bagi 150 ribu lulusan baru dan pelatihan vokasi dengan target 250 ribu peserta.
Pemberdayaan pelaku usaha perempuan turut diperkuat lewat penyesuaian suku bunga pembiayaan PNM Mekaar. Beban bunga dipangkas dari 18 persen menjadi 8 persen untuk plafon pembiayaan Rp 0 hingga Rp 15 juta. Di ranah perdagangan internasional, daya saing pasar ekspor ditopang oleh 25 perjanjian dagang yang telah diratifikasi serta 13 kesepakatan dagang lain yang masih dalam tahap perundingan.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Kinerja fiskal nasional menunjukkan ekspansi seimbang, ditandai dengan pertumbuhan pendapatan negara sebesar 21,3 persen secara tahunan (year-on-year) dan kenaikan belanja negara sebesar 18,2 persen. Defisit anggaran tetap terkendali di level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kerangka makroekonomi untuk tahun 2027 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, laju inflasi terjaga di kisaran 2,5 persen, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada level 6,9 persen, serta asumsi nilai tukar rupiah di angka Rp 17.500 per dolar AS.






