tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Target Purbaya 2027, Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat

Lidya RumbayanDiterbitkan 27 Agu 2026 - 17.10 · 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Target Purbaya 2027, Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pemerintah membidik target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen pada 2027, diiringi penurunan angka kemiskinan ke kisaran 6 hingga 6,5 persen. Arah kebijakan tersebut dirancang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 guna mendorong akselerasi pembangunan serta pemerataan kesejahteraan masyarakat secara terukur.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa sasaran fiskal 2027 difokuskan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan peningkatan kesejahteraan yang lebih cepat. Kerangka kebijakan ini ditopang oleh strategi ekonomi dan fiskal yang terpusat pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Sasaran Kesejahteraan dan Asumsi Ekonomi Makro

Penetapan target RAPBN 2027 menempatkan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Target tingkat kemiskinan pada rentang 6–6,5 persen tersebut mencerminkan penurunan dibanding target tahun 2026 yang berada pada level 6,5–7,5 persen.

Selain kemiskinan, pemerintah memproyeksikan perbaikan pada indikator pemerataan dan ketenagakerjaan:

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak
  • Rasio Gini ditargetkan membaik ke kisaran 0,362–0,367.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diproyeksikan turun ke level 4,30–4,87 persen.
  • Inflasi diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran 2,5 persen melalui koordinasi pengendalian harga pangan bersama pemerintah daerah dan Bank Indonesia.
  • Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
  • Rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan berada di angka 6,9 persen.

Pencapaian target pertumbuhan 6 persen tersebut direncanakan bertumpu pada penguatan sinergi antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor keuangan untuk menggerakkan investasi strategis di dalam negeri.

Fokus 8 Klaster PKPN dan Optimalisasi Pendapatan

Untuk merealisasikan target-target tersebut, belanja negara diarahkan ke delapan klaster PKPN. Delapan bidang fokus tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.

Pelaksanaan delapan klaster prioritas ini akan ditopang oleh program pendukung di sektor pertahanan keamanan, penegakan hukum, perbaikan tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Dari sisi penerimaan, pengelolaan APBN diarahkan tetap berprinsip kehati-hatian (prudent) dan berkelanjutan. Upaya penguatan pendapatan negara mencakup perluasan basis pajak (tax base), peningkatan kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan sistem core tax, optimalisasi penerimaan sumber daya alam, serta pemberian insentif fiskal yang terukur untuk menarik investasi.

Arah kebijakan dan target RAPBN 2027 ini dipaparkan Purbaya saat menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pertumbuhan EkonomiPurbaya Yudhi Sadewakemiskinan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan · 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap