Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 3.055 dokumen kependudukan milik warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil diterbitkan ulang hingga Selasa (25/8) pukul 22.30 WITA.
Langkah percepatan ini dilakukan menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang berpusat di Kabupaten Nagekeo. Bencana tersebut mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa, 1.603 orang luka-luka, dan memaksa lebih dari 180 ribu warga mengungsi ke tempat penampungan sementara.
Penanganan Dokumen di Tengah Kerusakan Infrastruktur
Operasi pemulihan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) menghadapi kendala fisik yang cukup berat di lapangan. Di beberapa kabupaten, ruang server kantor Dukcapil setempat dilaporkan ambruk, perangkat komputer, mesin cetak, serta alat perekam KTP-el mengalami kerusakan parah. Di samping itu, pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi internet di sejumlah kecamatan sempat terputus total.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Menghadapi situasi tersebut, Ditjen Dukcapil Kemendagri mengerahkan Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi NTT ke tujuh wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat.
Tim bergerak langsung ke posko pengungsian menggunakan perangkat perekaman dan pencetakan portabel, stok blangko KTP-el, serta cadangan koneksi internet berbasis satelit. Ditjen Dukcapil juga menyerahkan hibah peralatan teknis dan tambahan logistik blangko kepada dinas kependudukan daerah agar operasional penggantian dokumen yang rusak atau hilang tetap berjalan lancar.
Fasilitasi Akses Perlinsos Digital bagi Pengungsi
Selain melayani penerbitan ulang dokumen identitas standar, tim teknis dari Direktorat IDKN yang dipimpin Kasubdit Keamanan Informasi Adminduk, Mensuseno, membuka integrasi layanan Perlinsos di Kabupaten Manggarai Barat sejak Selasa (25/8). Pelayanan ini menyasar warga di Desa Robo, Kecamatan Welak, serta Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Hingga saat ini, proses pendaftaran masih berlangsung dan tercatat lebih dari 100 kepala keluarga (KK) telah berhasil terdaftar ke dalam sistem Perlinsos Digital guna memudahkan pendataan bantuan sosial lanjutan.
Pelaksanaan layanan darurat adminduk ini dijadwalkan berlangsung pada periode 24 hingga 27 Agustus, dengan posko pelayanan yang tersebar di titik pengungsian dan tenda pelayanan terdekat di wilayah terdampak gempa.






