Kawasan Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kerugian materiil berskala besar pascamusibah kebakaran. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa taksiran kerugian akibat insiden tersebut diprediksi mencapai Rp33,84 miliar.
Kebakaran melanda 75 unit hunian warga di dalam area desa dan 20 unit hunian di luar desa. Sejumlah bangunan adat khas Suku Sasak yang bernilai kultural turut terdampak, meliputi 4 unit Berugak Sekenam, 6 unit Berugak Sakepat, dan 1 unit Bale Beleq. Kerusakan fasilitas umum dan penunjang lainnya mencakup 69 gerai artshop UMKM lokal, 8 unit lumbung padi, 1 masjid adat, 1 pelonggu, 1 gerbang, serta 1 fasilitas toilet umum.
Peristiwa ini mengganggu penghidupan 320 pelaku pariwisata yang berasal dari 189 kepala keluarga. Kelompok terdampak terdiri atas 120 perajin tenun, 75 pemandu wisata lokal, 60 pelaku UMKM dan pedagang suvenir, 30 seniman penari serta pemain gendang belek, 20 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan 15 petugas pengelola parkir maupun keamanan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Sebagai bagian dari 21 dusun di Desa Wisata Rembitan yang berstatus desa wisata berkembang di platform Jejaring Desa Wisata (Jadesta), Desa Sade mencatat rata-rata 200 kunjungan wisatawan per hari pada hari biasa dengan perputaran ekonomi berkisar antara Rp22,5 juta hingga Rp35 juta. Pada masa puncak liburan, seperti libur tahun baru 2026, kunjungan dapat meningkat menjadi 500 hingga 1.000 orang per hari dengan perputaran ekonomi mencapai Rp50 juta per hari.
Penanganan Jangka Pendek dan Rencana Rekonstruksi
Untuk merespons kebutuhan mendesak para korban, penanganan jangka pendek difokuskan pada pemenuhan dan distribusi logistik makanan, program pemberdayaan, pendampingan trauma healing, bimbingan teknis, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Lombok, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, serta Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyediaan dapur umum dan bantuan logistik.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Pemerintah juga merencanakan pendirian museum sementara dan masjid darurat agar arus wisatawan tetap dapat terlayani menjelang perhelatan MotoGP. Untuk penanganan jangka panjang, rencana yang disiapkan mencakup pembentukan tim kerja lintas kementerian dan lembaga, penyediaan satu rekening donasi terpusat, perumusan master plan rekonstruksi kawasan, serta pembangunan kembali rumah layak tinggal bagi warga terdampak.






