Pemerintah Indonesia tengah gencar mendorong transformasi industri nasional melalui kebijakan Making Indonesia 4.0. Momentum ini mendorong berbagai penyedia teknologi global untuk menghadirkan inovasi terbaik mereka ke tanah air. Pada ajang Indonesia Technology & Innovation 2026 (INTI 2026) yang digelar di Jakarta, kolaborasi teknologi internasional menjadi salah satu sorotan utama dalam mendukung digitalisasi berbagai sektor industri lokal.
Langkah nyata terlihat saat Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) memfasilitasi kehadiran puluhan delegasi bisnis. Melalui perwakilan Senior Project Manager TAITRA, Jennifer Juang, diinformasikan bahwa sebanyak 20 perusahaan teknologi diboyong langsung ke Jakarta. Kehadiran Taiwan Pavilion tawarkan solusi teknologi dan AI untuk pasar Indonesia, mulai dari konsep kota cerdas (smart city), manufaktur pintar (smart manufacturing), hingga berbagai perangkat keras yang dirancang khusus untuk menyokong proses transformasi digital di berbagai lini bisnis.
Salah satu fokus utama yang ditawarkan adalah modernisasi sektor ritel dan jasa melalui perangkat keras. Perusahaan teknologi P2 Plus hadir membidik sektor ritel, makanan dan minuman (F&B), serta perhotelan (hospitality) di Indonesia dengan perangkat point-of-sale (POS). Menurut penjelasan dari perwakilan sales P2 Plus, Denny S.K. dan Martin Dominic, perangkat POS ringkas ini sebelumnya telah diuji dan digunakan oleh sejumlah bank di Taiwan. Selain itu, perangkat tersebut juga telah diadopsi di berbagai wilayah global seperti Eropa, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Filipina sebelum akhirnya diperkenalkan ke pasar Indonesia.
Lintasarta Perkuat Transformasi Digital BPD untuk Dukung Ekonomi Nasional

Di sektor infrastruktur dan industri berat, ketahanan perangkat keras menjadi kebutuhan mutlak. Transcend, melalui distributor produk embedded di Indonesia yaitu Eforel yang diwakili oleh Key Account Manager M. Nurrahman H., menghadirkan solusi penyimpanan data yang tangguh. Produk penyimpanan Transcend telah digunakan pada sistem persinyalan Light Rail Transit (LRT) di Indonesia. Ketahanan produk ini juga teruji di sektor pertambangan yang ekstrem dengan suhu operasional mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Selain solusi industri, mereka juga memperkenalkan perangkat bodycam keamanan yang mampu merekam hingga 12 jam dan dilengkapi dengan fitur deteksi wajah.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga dioptimalkan untuk sistem keamanan publik dan privat. Aira Corporation, pengembang perangkat lunak pengenalan wajah berbasis AI yang diwakili oleh Marketing Specialist Phoebe Ophelia, menawarkan solusi integrasi yang efisien. Sistem buatan Aira dapat langsung dihubungkan dengan kamera pengawas (CCTV) yang sudah dimiliki oleh pengguna tanpa perlu melakukan penggantian perangkat kamera secara menyeluruh. Di Taiwan, teknologi ini membantu mendeteksi keberadaan anak hilang atau lansia di area publik yang padat. Saat ini, Aira sedang menjajaki peluang implementasi sistem keamanan terintegrasi ini pada jaringan rumah sakit swasta di Indonesia.
Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

Meskipun solusi yang ditawarkan sangat beragam, adopsi teknologi ini di pasar domestik tetap menghadapi tantangan integrasi dengan sistem operasional lokal. Penjajakan proyek seperti yang dilakukan Aira Corporation di jaringan rumah sakit swasta masih memerlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan kompatibilitas penuh dengan infrastruktur yang ada. Kendati demikian, kehadiran inovasi dari Taiwan Pavilion ini memberikan alternatif solusi yang konkret bagi pelaku industri nasional yang ingin mempercepat transisi digital mereka secara efektif.






