Pemeriksaan medis lanjutan terhadap Febiona Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi yang diduga mengalami gangguan ingatan usai insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, menunjukkan aktivitas kelistrikan saraf otak dalam batas normal.
Dinas Kesehatan Karo menyatakan bahwa pemeriksaan Electroencephalography (EEG) telah dilakukan sebanyak dua kali di fasilitas rumah sakit yang berbeda. Hasil kedua pemeriksaan tersebut secara konsisten mencatat gelombang listrik otak siswi kelas XI tersebut berada dalam rentang normal. Kendati demikian, Dinas Kesehatan Karo mengonfirmasi proses observasi medis tetap berjalan karena pasien masih menyampaikan sejumlah keluhan.
Keterangan Keluarga Terkait Kondisi Fisik Pasien
Kondisi berbeda diutarakan pihak keluarga pasien. Ibu Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengungkapkan bahwa keluarga baru menerima penjelasan secara lisan terkait hasil tes normal tersebut dan belum memegang berkas fisik hasil EEG, melainkan hanya dokumen rontgen paru-paru.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Menurut Elvinus, putrinya masih mengalami gejala fisik seperti muntah dan kejang, sehingga saat ini harus mengonsumsi obat antikejang. Sejak mengalami gejala keracunan pangan MBG di sekolahnya pada 13 Agustus lalu, pihak keluarga mendapati Febiona mengalami hambatan komunikasi verbal serta penurunan daya ingat.
Penanganan RSUP H Adam Malik dan Langkah Pemprov Sumut
Febiona tercatat telah menjalani perawatan rawat jalan sebanyak tiga kali di RSUP H Adam Malik Medan. Rosario Dorothy Simanjuntak dari pihak rumah sakit menjelaskan bahwa tim dokter spesialis hingga kini masih melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, sehingga diagnosis definitif maupun penyebab pasti dari keluhan pasien belum dapat disimpulkan secara medis.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Di tingkat provinsi, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis menyampaikan pihaknya masih menunggu laporan tertulis resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai perkembangan kondisi pasien.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa investigasi medis terus berlanjut. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memverifikasi apakah gangguan yang dialami siswi tersebut berkaitan dengan masalah saraf, sistem saraf otonom, atau dipicu oleh faktor medis lainnya.






