Kepolisian Vietnam resmi menangkap Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan penerimaan suap dalam jumlah besar. Penahanan pejabat tinggi ini menjadi bagian dari pengusutan kasus dugaan penyelundupan serta manipulasi pengadaan peralatan medis dan alat kesehatan (alkes).
Tran Van Thuan, yang dikenal luas sebagai ahli onkologi terkemuka di Vietnam, menjabat sebagai wakil menteri kesehatan sejak 2020 dan ditunjuk menjadi ketua Dewan Medis Nasional pada 2024. Menurut keterangan Kementerian Keamanan Publik, tindakan penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat terkait penerimaan aliran dana suap bernilai fantastis.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Modus Penggelembungan Harga dan Impor Ilegal
Kasus korupsi ini berakar dari penyelidikan terhadap Viet My Medical Investment Joint Stock Company. Selain Tran, aparat kepolisian telah menciduk dua eksekutif dan seorang akuntan dari perusahaan tersebut atas dugaan pelanggaran regulasi akuntansi dan penyelundupan.
Berdasarkan laporan penyelidikan, perusahaan tersebut disinyalir sengaja didirikan untuk memperjualbelikan serta menggelembungkan harga perangkat medis dan farmasi. Praktik ini dilakukan sebelum barang-barang tersebut diimpor dari Singapura dan Hong Kong ke Vietnam. Petinggi perusahaan juga dituduh berupaya memasukkan alkes secara ilegal ke pasar domestik.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Penangkapan ini menambah panjang daftar pejabat senior dan eksekutif bisnis yang terjerat gerakan sapu bersih antikorupsi yang diakselerasi oleh Presiden To Lam. Sektor kesehatan Vietnam sendiri sebelumnya sempat diguncang vonis enam tahun penjara terhadap mantan Menteri Kesehatan Nguyen Thi Kim Tien pada Mei lalu terkait kasus salah urus proyek rumah sakit.






