Pemerintah memastikan penanganan infrastruktur terdampak bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan dengan menyerap tenaga kerja lokal. Masyarakat setempat akan dilibatkan langsung dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik yang rusak guna memulihkan mata pencaharian warga.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau sejumlah sarana publik dan rumah ibadah di Kabupaten Manggarai pada Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan kerja itu, Dody meninjau Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo yang mengalami kerusakan signifikan.
Pemulihan Ekonomi Lewat Rekonstruksi Fasilitas
Dody menjelaskan bahwa pelibatan warga menjadi syarat penting agar proses perbaikan fisik berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi keluarga terdampak. Dengan ikut bekerja dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi, warga yang kehilangan mata pencaharian akibat gempa dapat kembali memperoleh penghasilan harian.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Untuk fasilitas yang rusak parah, pemerintah menerapkan prinsip build back better agar konstruksi baru lebih kokoh menghadapi potensi gempa bumi di masa depan. Bangunan dengan tingkat kerusakan sedang atau ringan akan direhabilitasi, sedangkan infrastruktur yang rusak total akan diruntuhkan dan dibangun ulang.
Kondisi rusak parah dilaporkan menimpa Masjid Nurul Huda Reo dan Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek, sehingga kedua bangunan tersebut harus dibongkar seluruhnya. Dalam rencana pembangunan kembali gereja di Dampek, Kementerian PU berkoordinasi langsung dengan pastor, pengurus paroki, serta Keuskupan Ruteng.
Hasil Pemeriksaan 350 Bangunan di Delapan Kabupaten
Pendataan serta asesmen teknis di lapangan dijalankan oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pemeriksaan diprioritaskan pada sarana pelayanan dasar masyarakat, mencakup rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, kantor pemerintahan, serta fasilitas ibadah.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Hingga 26 Agustus 2026, tim Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menuntaskan pemeriksaan cepat di 66 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten terdampak gempa di NTT. Delapan wilayah tersebut meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Dari total 66 lokasi tersebut, petugas telah memeriksa keandalan struktur 350 unit gedung publik. Hasil asesmen mencatat sebanyak 229 bangunan dinilai aman untuk digunakan kembali, 49 bangunan dapat difungsikan secara terbatas, dan 21 bangunan dinyatakan tidak aman sehingga membutuhkan penanganan khusus sebelum dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.






