Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat bahwa kasus penipuan bermodus lowongan pekerjaan menjadi jenis penipuan dokumen digital yang paling dominan di Indonesia. Dari ratusan ribu laporan penipuan yang diterima Kemkomdigi, skema rekrutmen kerja palsu menempati posisi teratas sebagai modus yang paling banyak menjerat korban.
Peringatan ini sejalan dengan imbauan dari pihak kepolisian dan perbankan yang menyoroti meningkatnya kasus manipulasi lowongan kerja, baik yang menyasar fresh graduate maupun pencari kerja daring.
Modus Manipulasi Dokumen Digital dan Talangan Tiket
Teguh Arifiyadi dari Kemkomdigi membeberkan bahwa pelaku penipuan rekrutmen umumnya mendistribusikan dokumen dalam format PDF, gambar, hingga infografis. Berkas-berkas tersebut dirancang sedemikian rupa agar terlihat identik dengan surat panggilan atau pengumuman resmi perusahaan.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Setelah korban dinyatakan lolos seleksi administrasi, pelaku biasanya mengarahkan korban untuk mengikuti pelatihan kerja atau tes lanjutan di luar kota. Pada tahap ini, pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih pemesanan tiket perjalanan dan akomodasi, disertai janji bahwa seluruh biaya akan diganti (reimburse) setibanya di lokasi.
Berdasarkan data laporan, korban tercatat telah mentransfer dana berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta ke rekening pelaku. Korban kemudian hanya menerima tiket perjalanan berbentuk fail PDF yang ternyata palsu dan tidak terverifikasi di sistem transportasi.
Imbauan Kepolisian dan Verifikasi Jalur Resmi Rekrutmen
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa turut mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan daring, khususnya penipuan ketenagakerjaan yang kerap muncul di wilayah Bekasi bersama isu kriminalitas lain. Warga diimbau untuk selalu mendaftar pekerjaan melalui kanal resmi guna menghindari kerugian finansial.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Sektor BUMN juga mengalami pencatutan identitas serupa. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara resmi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap rekrutmen bodong yang mengatasnamakan perusahaan. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, pola yang digunakan pelaku adalah meminta transfer dana untuk biaya transportasi atau akomodasi selama proses seleksi.
BNI menegaskan tidak pernah meminta data pribadi di luar sistem resmi dan tidak pernah memungut biaya apa pun dalam seluruh tahapan seleksi. Masyarakat diminta memverifikasi informasi rekrutmen secara langsung melalui portal resmi recruitment.bni.co.id atau mengonfirmasinya melalui layanan BNI Call di 1500046.






