Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia mengalami peningkatan serentak sejak Rabu (9/9) dini hari. Berdasarkan laporan data MAGMA Indonesia, tercatat empat gunung api terpisah—Gunung Semeru, Anak Krakatau, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu—mengalami letusan dalam rentang waktu yang berdekatan.
Erupsi pertama terjadi di wilayah Jawa Timur, tepatnya di Gunung Semeru yang secara administratif mencakup wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami dua kali letusan, masing-masing sekitar pukul 00.15 WIB dan pukul 05.11 WIB. Petugas pemantau mencatat bahwa visual letusan tidak teramati secara langsung, dan aktivitas erupsi masih berlangsung saat penyusunan laporan berkala dibuat.
Tidak berselang lama, Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali memuntahkan material vulkanik pada pukul 00.47 WIB. Aktivitas ini memperpanjang rangkaian letusan yang sebelumnya telah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Letusan Anak Krakatau kali ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi 28 detik, meski kolom abu dan visual letusan tidak teramati secara optik.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Erupsi di Wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur
Memasuki waktu fajar di zona WITA, aktivitas erupsi melanda Gunung Ili Lewotolok yang berlokasi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung ini mengalami dua kali letusan beruntun.
Letusan pertama Ili Lewotolok tercatat pukul 05.03 WITA dengan semburan abu mencapai sekitar 500 meter dari puncak kawah. Abu vulkanik berwarna kelabu tebal bergerak ke arah barat laut, menghasilkan rekaman seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter serta durasi 41 detik. Letusan kedua terjadi pada pukul 05.56 WITA, menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak atau berada pada ketinggian sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Erupsi kedua juga membawa kolom abu tebal ke barat laut dengan amplitudo 40 milimeter dan durasi 44 detik.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Sementara itu, di wilayah Maluku Utara, Gunung Ibu di Halmahera Barat juga dilaporkan erupsi pada pukul 05.27 WIT. Ketinggian kolom abu teramati membubung sekitar 400 meter dari puncak kawah atau berada pada ketinggian sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik Gunung Ibu condong mengarah ke timur laut dengan intensitas sedang dan warna kelabu. Erupsi terekam pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi gempa hembusan selama 35 detik. Gunung Ibu sendiri berstatus aktif di Level II (Waspada) dan telah mencatatkan beberapa letusan beruntun sebelumnya.






